Breaking News:

Citizen Journalism

Jadi 100 Wanita Tebaik di Dunia

Catatan Perjalanan "The International Alliance For Women" (1)

Jadi 100 Wanita Tebaik di Dunia - 189095_3541175862707_1237057581_n.jpg
Tribun Batam/ Istimewa
Foto-Foto Lusia Efriani Kiroyan di Washington
Jadi 100 Wanita Tebaik di Dunia - 564787_3524430444082_1360926042_n.jpg
Tribun Batam/ Istimewa
Bagi Anda yang memiliki pengalaman dalam berwisata baik di dalam negeri maupun luar negeri, serta bersedia untuk membagi pengalaman tersebut melalui Tribunnews Batam, kiranya bisa mengirimkan tulisan dan foto-foto Anda melalui Email: imansuryanto78@gmail.com dan iswidodo73@yahoo.com , dengan kode: Citizen Journalism_nama Anda_kota tujuannya. Selamat Berwisata.

Catatan Perjalanan "The International Alliance For Women" (1)

TRIBUNNEWSBATAM, WASHINGTON - Puji Syukur tak henti-hentinya saya Panjatkan kepada Allah Swt. Tepat 1 minggu sekembalinya dari Australia,  saya mendapatkan kabar bahwa saya masuk dalam 100 wanita yang menerima penghargaan "The International Alliance For Women" (TIAW) World Difference".

Penghargaan akan diberikan pada acara award dinner tanggal 18 Oktober 2012 di Kedutaan Kanada yang berada di Washington DC. Acara ini juga dbarengi dengan "Global Forum"  yaitu konferensi yang dihadiri oleh seluruh pemimpin-pemimpin organisasi perempuan dan 100 peraih penghargaan TIAW World Difference dari seluruh dunia.

Acara "Global Forum" ini akan diadakan 16 -20 Oktober 2012. Dari Indonesia ada dua wanita yang berhasil mendapatkan penghargaan TIAW World Difference 100, pertama saya sendiri, Lusia Efriani Kiroyan (31) untuk kategori Social Entrepreneur. Seorang lagi Fitrini (26) untuk kategori Community Development.

Secara khusus, catatan perjalanan selama saya berada di negeri Paman Sam ini saya tuliskan di Tribun sebagai ungkapan terima kasih saya. Pada peringatan ulang tahun ke-8, Tribun Batam telah memilih saya sebagai salah satu "Tokoh Peretas" atau Smart Generation di Kepri.

Saya merasakan sekali sejak buku pertama saya Cinderella From Indonesia --cerita perjalanan saya di Amerika saat mengikuti Experience Learning IVLP-- diluncurkan, banyak sekali penghargaan yang saya terima.

Tahun ini sungguh luar biasa untuk saya.  Mulai April 2012 saya mendapatkan penghargaan "Indonesia Small Medium Business Award" Di Grand Sahid Hotel Jakarta. Bulan Juni 2012 saya lolos untuk mengikuti program "Exchange" di Australia yang disponsori oleh Departement of Foreign Affair & Trade Austarlia.


Kemudian, Bulan September 2012, Tribun juga memberi penghargaan untuk saya, dan Bulan Oktober 2012 ini saya mendapatkan penghargaan "The International Alliance For Women" Award World Differences.

Dari berbagai penghargaan itu, saya semakin merasakan betapa beratnya perjuangan saya menjadi "petani arang" di negeri sendiri. Bagi saya, lebih mudah menarik perhatian negara lain seperti Cina, Amerika dan Australia dibanding pemerintah Indonesia.

Ini adalah kedua kalinya saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Amerika. Jika pertama kali saya ke Amerika melalui Jepang, sekarang saya memilih penerbangan yang transit di Dubai. Penerbangan Singapura-Colombo (Srilanka)-Dubai- Washington DC memakan waktu total dua hari perjalanan.  

Kami berdua termasuk orang yang beruntung karena mendapatkan visa yang berlaku selama lima tahun dan kami masuk AS begitu mudahnya. Akibat penerbangan yang cukup lama dan perubahan waktu antara Indonesia dan Amerika, membuat saya mengalami jet lag. Saya dihinggapi rasa pusing yang luar biasa begitu mendarat.

Ditambah saya termasuk orang yang tidak bisa diam begitu sampai Amerika, saya terus langsung mengikuti program sehingga saya mengalami kelelahan yang luar biasa.  

Saya dan Fitri dijemput oleh Pak Irawan Nugroho. Beliau adalah salah satu penerjemah dari pihak US Department State yang bersedia membantu kami selama kami di sana. Begitu sampai di  Washington DC, 14 Oktober 2012, kami diberi kesempatan mengikuti city tour bersama teman-teman dari 15 negara lain.

Rute perjalanan satu hari ini adalah tempat-tempat penting dan bersejarah Amerika Serikat: "White House",  Gedung Kapitol, Martin Luther King, JR Memorial, Lincoln Memorial and Monumen Nasional Washington  DC. Juga sempat melihat Pentagon, gedung pertahanan dan keamanan Amerika.

Untuk kedua kalinya saya bisa mengunjungi White House, saya dan Fitri bertemu dengan orang Indonesia yang sedang training di sana, dan juga dua orang lagi dari Timor Leste.

Saya jadi ingat "kegilaan" saya setahun yang lalu. Saya menginap di Club Quarter Hotel yang jaraknya sekitar dua blok saja dari istana Barack Obama ini. Pulang mengikuti program belajar, sesampai di hotel saya langsung mengganti high heels dengan sandal jepit dan saya berjalan-jalan mengelilingi White House. Hal ini hampir saya lakukan setiap hari.
Banyak gedung-gedung penting di sekitar White House yang biasanya hanya bisa saya lihat di televisi saja.

Di seberang White House ada gedung Kamar Dagang AS yang di puncaknya, selalu dipenuhi kamera wartawan untuk menyoroti aktivitas Gedung Putih ini. Dalam hati saya, sungguh tidak enaknya jadi Presiden Amerika yang selalu diawasi oleh wartawan seluruh aktivitasnya.  

Selain itu ada Kantor Pusat Bank of America, Gedung Kementrian Keuangan, museum seni dan masih banyak lagi. Kita bisa menikmatinya semua secara gratis dan berjalan kaki. Washington DC adalah surga  bagi pejalan kaki. Kota ini sangat nyaman dan penduduknya ramah-ramah. Walaupun tidak kenal, mereka selalu menyapa lebih dulu jika melihat kita.

Ternyata benar yang ditulis dalam film-film "Holywood" bahwa Amerika adalah negeri Impian. Apapun bisa anda raih di sini asal anda mau belajar dan bekerja keras. Tidak ada istilah bibit, bobot dan bebet di negeri ini. Siapa yang mau belajar dan bekerja keras, dialah yang akan berhasil.

Saya sempat juga berdiri di tempat Martin Luther King menyampaikan pidato dan mengucapkan kata-kata yang paling terkenal "I have a dream" di Lincoln Memorial. Di Negara ini, sejak kecil anak-anak Amerika sudah dididik untuk berani bermimpi di sekolah-sekolah dasar. Anak-anak sudah bisa membuat "vision board", yaitu sebuah papan yang berisi gambar-gambar mimpi mereka. Mulai dari gambar mobil yang mereka impikan, rumah, profesi, bahkan gambar pasangan hidup.

Selain itu, anak-anak Amerika juga terbiasa menulis  "dream book". Mereka mempunyai buku kecil yang mencatat semua daftar hal-hal yang mereka inginkan. Sungguh menarik sekali bagi saya untuk mengaplikasikannya kepada anak-anak Indonesia. Saya yakin, jika kita berani bermimpi besar, maka kita sudah mulai membangun masa depan kita.

Semoga cerita hari pertama saya ini bisa bermanfaat bagi para pembaca Tribun, khususnya bagi para pemudanya. Bulan Oktober adalah bulan para Pemuda.  Saya berharap para pemuda Indonesia agar terus belajar dan berkarya demi Bangsa Indonesia. (*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved