Kamis, 11 Juni 2026

sport

Hari Ini Istimewa Bagiku

Lorenzo Raih Juara Dunia 2012

Tayang:
TRIBUNNEWSBATAM - Dikeroyok Honda sejak musim lalu, pebalap Yamaha Jorge Lorenzo mengekspresikan kebahagiaannya bisa meraih gelar juara dunia MotoGP di tahun ini.

Lorenzo mengunci titel tersebut seusai menjadi runner-up MotoGP Australia, Minggu (28/10), ketika rival utamanya Dani Pedrosa gagal finis karena terjatuh di awal lomba.

Walaupun kompetisi menyisakan satu seri di Valencia, tapi perolehan angka rider Spanyol itu sudah tak kan mungkin dilewati Pedrosa.

Ketika merengkuh gelar juara yang pertama di tahun 2010, Lorenzo mendapat saingan besar dari rekan setimnya sendiri, Valentino Rossi, yang sempat absen beberapa seri karena cedera.

Pada tahun lalu, setelah Rossi pindah ke Ducati , lawan besar Lorenzo adalah Honda. Tak tanggung-tanggung, ia dikeroyok tiga rider tim Repsol: Pedrosa, Casey Stoner, dan Andrea Dovizioso. Ia pun kalah dari Stoner dan kehilangan gelarnya.

Di musim ini Lorenzo juga harus bertarung keras melawan Pedrosa dan Stoner -- dimana Dovizioso pindah ke Tech 3 Yamaha. Kedua rival  terus menekan dia, sampai kemudian Stoner mengalami cedera di Indianapolis dan absen tiga seri.

Pedrosa juga memberi perlawanan yang hebat buat Lorenzo dengan memenangi lima dari enam seri terakhir sebelum di Phillip Island. Namun, semua tekanan itu seketika selesai setelah Pedrosa menuai kegagalan di Australia.

Lorenzo seakan mendapatkan berkah setelah Dani Pedrosa, sudah tersingkir di awal lomba akibat kecelakaan. Ya, Pedrosa harus melupakan impian untuk memelihara asa menjadi juara dunia karena di lap kedua dia jatuh.

Lantaran mendorong keras di awal lomba, hal itu justru bumerang baginya. Pada tikungan pertama di lap kedua, motornya terpelintir, yang menutup peluangnya untuk merengkuh gelar pertama di kelas premier.

Casey Stoner mungkin bisa menghibur diri. Ia menyempurnakan akhir pekannya di Australia tersebut. Setelah mendominasi seluruh sesi sepanjang akhir pekan, mulai dari latihan bebas hingga kualifikasi, pembalap Repsol Honda ini pun naik podium utama untuk mencetak kemenangan keenam secara beruntun di Sirkuit Phillip Island. Sayang itu belum cukup untuk mengantarkan dirinya sebagai juara tahun ini.

Tropi bergengsi yang ia angkat Lorenzo kali ini merupakan gelar juara dunia kedua baginya setelah tahun 2010 lalu. Prestasinya kian fantastis karena Lorenzo selalu tampil konsisten sepanjang musim 2012 ini, di mana ia selalu finis di posisi dua besar, dan enam kali meraih kemenangan. Ia cuma satu kali gagal finis ketika ditabrak Alvaro Bautista di Assen, Belanda.

"Aku sangat sangat senang dengan kompetisi ini," ucap Lorenzo dalam jumpa pers setelah lomba.

"Kita tahu betapa sulitnya bertarung melawan pebalap-pebalap seperti Casey dan Dani, dan pabrikan seperti Honda. Sangat berat. Anda harus sangat konsisten, tak pernah bikin kesalahan, selalu berusaha finis dan sangat fokus. Hari ini hari istimewa buatku. Aku berterima kasih pada semua orang yang percaya dan ingin aku menang," tuturnya.

Musim depan Lorenzo akan kembali berpartner dengan Rossi setelah "The Doctor" memutuskan berpisah dengan Ducati. Mereka akan kehilangan Stoner karena rider Australia itu telah memutuskan pensiun di akhir musim ini.

Begitulah, bagi Stoner kemenangan ini merupakan kenangan manis sebelum pensiun. Ia mencetak rekor meraih enam kemenangan secara beruntun di Phillip Island. Juara dunia 2007 dan 2011 ini pun tercatat sebagai pebalap kedua setelah Valentino Rossi, yang berhasil menjuarai balapan di kandang sendiri sebanyak enam kali -- bahkan Rossi tujuh kali menjadi juara di Mugello, Italia.

Jalannya balapan

Lorenzo mengawali balapan dengan bagus karena langsung melejit di posisi terdepan. Pedrosa pun demikian, melewati Stoner, sang pemegang pole position. Tetapi belum selesai satu lap, Pedrosa sudah berada di depan setelah menyalip Lorenzo, yang diapiti duo Repsol Honda.

Memasuki lintasan lurus start/finis, Stoner pun menyusul Lorenzo, yang turun ke posisi ketiga. Pertarungan pun terjadi antara Stoner dan Pedrosa. Sayang, Pedrosa mengalami kecelakaan ketika memasuki tikungan pertama di lap kedua karena motornya terpelintir.

Tanpa Pedrosa, yang seharusnya menjadi pebalap yang harus dikalahkan Lorenzo, membuat persaingan di barisan depan menjadi kurang sengit. Stoner terus menggeber motornya untuk mewujudkan ambisi meraih enam kemenangan secara beruntun di rumah sendiri, sekaligus menjadi kado yang indah bagi perpisahannya dengan para fans. Sedangkan Lorenzo bermain aman untuk memastikan diri menjadi juara dunia.

Pelan tapi pasti, Stoner terus membuat jarak yang cukup signifikan. Hingga lap ke-17, Stoner unggul hampir lima detik, dan Lorenzo pun nyaris tak mendapat perlawanan dari pebalap Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow, yang ada di belakangnya. Tiga pebalap terdepan ini berada dalam jarak aman sehingga hanya nasib sial saja yang membuat mereka kehilangan posisi untuk naik podium.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved