Hukrim
Ibu Dua Anak Simpan Sabu di Dalam Roti
LS adalah warga Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Muarapake, Balikpapan, Kalimantan Timur.
LS adalah warga Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Muarapake, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Pelaku diringkus petugas Satreskoba Polresta Malang, saat berada di Rumah Makan Padang di Terminal Arjosari, Kota Malang.
"Pelaku tak bisa mengelak lagi. Karena sudah lama jadi incaran polisi. Pelaku memang pengedar narkoba," jelas Kepala sub bagian Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan, Selasa (30/10/2012).
Pelaku ditangkap saat sedang menunggu calon pembeli di Terminal Arjosari, Malang. Saat itulah polisi membekuknya. Polisi sudah mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa pelaku akan melakukan transaksi jual sabu di tempat itu.
Menurut Dwiko, pelaku memang sudah sering bertransaksi di Terminal Arjosari. "LS ditangkap sekitar pukul 16.00 WIB, kemarin sore saat menunggu calon pembelinya," ujar Dwiko.
Modus yang digunakan pelaku adalah dengan menyimpan sabu di dalam roti sobek yang tersimpan di dalam tas.
"Awalnya polisi mau terkecoh. Karena di tasnya hanya ada roti. Tak sadar kalau di dalam roti itu ada SS. Setelah dilihat di dalam roti, ternyata memang ada SS. Ya roti itu dibuat tempatnya SS itu," aku Dwiko.
Berdasarkan pengakuan pelaku kepada penyidik, sabu tersebut didapat dari seseorang berinisial DS di kawasan Medaeng, Sidoarjo.
Barang haram seberat 0,3 gram itu katanya, seharga Rp 1,5 juta. "Dari transaksi tersebut, LS dijanjikan mendapat komisi sebesar Rp 200 ribu," kata Dwiko.
Sebenarnya keberadaan LS sudah tidak asing lagi di dunia transaksi narkoba. Pada 2008 lalu, dia tercatat sudah pernah dijebloskan di Rutan Medaeng Sidorajo dengan masa hukuman 2 tahun penjara.
"Saat itu pelaku terbukti mengkonsumsi SS, tapi kali ini sudah menjadi pengedar," tegas Dwiko.
Akibat ulahnya, LS dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Psikotropika, dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, dengan denda minimal Rp 800.000 dan maksimal Rp 8 miliar.
Saat ini, tambah Dwiko, polisi masih terus memburu satu pelaku lagi yang bertindak sebagai pemasok SS ke LS. "Masih dalam pengejaran. Semoga segera tertangkap," ujarnya.(KCM)