Rabu, 10 Juni 2026

Pendidikan

Bluebird Peduli Pendidikan, Berikan Bantuan ke SD Veritas

Corporate Social Responsibility (CSR) bidang pendidikan dengan menyerahkan bantuan ke Sekolah anak Jalan SD Veritas

Tayang:
Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Perusahaan taksi BlueBird Group Batam melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bidang pendidikan dengan menyerahkan bantuan ke Sekolah anak Jalan SD Veritas yang berada di atas bukit kawasan Sei Panas, Batam.

Bantuan yang diserahkan tersdebut berupa papan tulis, buku-buku pelajaran, kursi belajar serta makanan-makanan ringan. Bluebird juga membantu pembangunan gedung sekolah berupa bahan material.

Gedung sekolah SD Veritas hanya dibatasi dengan dinding-dinding triplek, tidak nampak meja belajar ataupun bangku sekolah yang seragam di ruang kelas yang juga beralas tanah merah tersebut.

Meski dalam segala keterbatasannya, siswa-siswi yang rata-rata anak dari para buruh kasar ini tetap semangat bersekolah.

GM BlueBird Batam, Kurniawan, mengatakan bantuan yang diberikan Blue Bird berupa infrastruktur, bangku, dan papan tulis.

"Ada pasir dan semen untuk lantai, lalu bangku untuk tiga kelas, karena mereka ini bawa bangku sekolah sendiri dari rumah. Ada juga papan tulis, perpustakaan mini, dan buku-buku," kata dia disela-sela penyerahan.

Bantuan pendidikan, lanjut dia ini tidak akan terhenti disini, sebab, BlueBird memang memiliki program yang berkonsentrasi pada dunia pendidikan. Melalui program "Blue Bird Peduli", tidak cuma dari perusahaan, bantuan pendidikan pun akan digalang dari para karyawan Blue Bird.

"Insya Allah, sampai Jakarta kami akan ceritakan kondisi ini dan terus memberdayakan dari karyawan untuk menyumbangkan bantuan. Khususnya buku-buku yah. Dalam program inipun kami ada bapak asuh, lalu menyediakan bantuan terapi, dan bantuan bagi anak-anak berkebutuhan khusus," lanjutnya.

Program Blue Bird Peduli, kata Kurniawan sudah dimulai sejak tahun 2000 dengan koordinator Noni Purnomo, Vice President Busines Development.

"Bidang pendidikan kami jadikan sasaran sebab, Ibu Joko Soetono founder Blue Bird berlatar belakang seorang pendidik, maka itu kami konsentrasi kesana," tambah dia.

Kepala sekolah SD Veritas Cotje Shaduw mengungkapkan SD Veritas sudah berdiri sejak tahun 2004, selama itu pula kondisi sekolah ini masih jauh dari kata layak. Bahkan, bangunan lama sekolah anak-anak inipun sudah diambil oleh orang lain.

"Kami sangat berterimakasih sekali. Dengan Blue Bird ini kami dapat bantuan buku untuk anak-anak dan bantuan bangunan sekolah," ujarnya sambil menangis.

Ia pun berharap, apa yang dilakukan Blue Bird bisa diikuti oleh instansi lain, khususnya pemerintah. Sebab, sekolah yang memiliki sekitar 90 an siswa ini, tidak cuma kekurangan dalam hal bangunan fisik sekolah, namun juga tenaga pengajar.

Kini, hanya ada lima tenaga pengajar berlatar pendidikan sarjana guru yang mengajar di SD Veritas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved