Investasi

Pasca Hengkang Dari China, Perusahaan Jepang Lirik Indonesia

sebanyak 15,5 persen perusahaan Jepang yang ada di China dipastikan mengundurkan diri dari negeri China


TRIBUNNEWSBATAM, TOKYO -
Setelah kerusuhan anti-Jepang pertengahan September lalu, kini sebanyak 15,5 persen perusahaan Jepang yang ada di China dipastikan mengundurkan diri dari negeri berjuluk Tirai Bambu itu.

Meskipun demikian belum diketahui pasti ke mana arah tujuan investasi mereka lebih lanjut. Data itu memang cukup menarik.

"Saat ini kami sedang melakukan survei ke berbagai perusahaan Jepang, menanyakan lebih lanjut ke mana mereka akan melakukan investasi di masa mendatang," papar Hiroyuki Ishige, Chairman dan CEO badan perdagangan luar negeri Jepang (JETRO) khusus kepada Tribun news.com saat jumpa pers, Kamis (22/11/2012) sore, di kantor pusat JETRO di Tokyo.

Hasil survey 15,5 persen dari Teikoku Data Bank Tokyo tersebut dilakukan terhadap 10.543 perusahaan Jepang dan dijawab oleh 46 persen respondennya antara 19-31 Oktober lalu.

Menambahkan lebih lanjut, menurut Ishiga hasil survei JETRO bulan November tahun lalu, daya tarik Indonesia di mata perusahaan Jepang ternyata ketiga terbesar setelah China dan Thailand.

Dari 162 perusahaan Jepang investasi di Indonesia hasil survei tahun lalu, sebanyak 70,4 persen dipastikan melakukan perluasan usaha lebih lanjut di Indonesia.

Sedangkan 27,2 persen tidak berubah atau tetap sama, sementara 1,9 persen menurunkan investasinya dan yang lebih menarik lagi adalah 0,6 persen memindahkan usahanya ke luar Indonesia.

Data yang menarik pula mengenai China adalah adanya kecenderungan semakin besar perusahaan Jepang yang mengundurkan dari dari China sejak 2007 khususnya di bidang manufaktur.

Tahun 2007 yang ke luar dari Cina ada 0,3 persen dan tahun lalu menjadi 2,2 persen. Sedangkan di bidang non-manufaktur skeitar 0,7 persen tahun lalu ke luar dari China.

"Perusahaan Jepang yang ada di China saat ini umumnya masih dalam tahan wait and see, menantikan bagaimana perubahan yang akan terjadi di tengah perubahan kepemimpinan negara tersebut. Bagi China sendiri, terutama di daerah-daerah pinggiran tampaknya mereka sangat ingin sekali perusahaan Jepang investasi di sana. Kita lihat saja perkembangan yang akan terjadi dalam masa mendatang ini," papar Ishige lebih lanjut.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved