Finance
Investasi di Sumut Mencapai Rp 2,29 T
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi proyek investasi di Sumatera Utara pada triwulan III tahun 2012i Rp 2,29 triliun.
TRIBUNNEWSBATAM, MEDAN - Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi proyek investasi di Sumatera Utara pada triwulan III tahun 2012 sudah mencapai Rp 2,29 triliun.
Nilai itu mencakup 155 unit proyek di Sumut, dengan perincian 109 buah proyek Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 436 miliar dan 46 buah proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 1,859 triliun.
Angka dan jumlah proyek ini sedikit menurun dibanding periode yang sama tahun 2011 yang mencapai Rp 2,42 triliun.
Hal ini dipaparkan dalam kajian ekonomi regional di Sumut, Kepala Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut-Aceh, Nasser Atorf.
Ia mengatakan, kegiatan investasi di Sumut diperkirakan didorong peningkatan kegiatan investasi berupa penambahan kapasitas utilisasi sektor swasta.
Apalagi dari sisi pembiayaan, pertumbuhan kredit investasi tercatat sebesar 30,29 persen, year on year (yoy) dengan baki debet mencapai Rp26,97 triliun. Nilai ini mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 26,95 persen (yoy).
"Pertumbuhan kredit investasi juga tercatat masih lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan kredit investasi selama tiga tahun terakhir yang tumbuh sebesar 19,34 persen (yoy). Pada tahun 2012, kredit investasi diperkirakan akan tetap tumbuh seiring tren penurunan suku bunga perbankan serta kuatnya finansial perusahaan dalam membiayai kegiatan investasinya," paparnya di Medan.
Ia menjelaskan, ada beberapa perusahaan, terutama bidang perkebunan, yang menyatakan akan melakukan realisasi investasinya berupa pembangunan pabrik baru, pembelian mesin, serta intensifikasi lahan.
Namun demikian, beberapa kendala yang dikeluhkan pelaku usaha terkait kegiatan investasi adalah maraknya sengketa lahan yang menyebabkan pelaku usaha kesulitan atau enggan melakukan investasi berupa ekstensifikasi atau pembukaan lahan baru.
Sementara itu, dari data Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Sumut, tercatat sudah ada enam investor asing yang berencana berinvestasi. Bahkan tiga dari PMA tersebut masuk daftar persetujuan dengan nilai investasi 642,2 juta dolar AS untuk industri kimia dan jasa.
Tiga lainnya akan berinvestasi pada sektor jasa tenaga listrik, jasa pembangkit tenaga listrik air dan industri barang logam dengan nilai 130,741 juta dolar AS.
Perinciannya, investor Singapura di PT Musim Mas dengan nilai investasi 620 juta dolar AS di Kota Medan, investor China di PT Hoperising Indo Mining Industry dengan nilai 1,2 juta dolar AS di Madina dan investor India di PT Irsac Power dengan nilai investasi 21 juta dolar AS di Kabupaten Nias.
Lalu investor Malaysia di PT International Mina Energy di bidang jasa tenaga listrik dengan nilai 54,3 juta dolar AS di Kabupaten Simalungun, investor Australia di PT Aek Simonggo Energy dengan nilai 28,5 juta dolar AS di Kabupaten Langkat. Dan 44,02 juta dolar AS di Kabupaten Humbahas dan terakhir investor Jepang di PT Sogami Indonesia, industri barang logam, dengan nilai 3,8 juta dolar AS di Kabupaten Deliserdang.(Tribun Medan)