Asusila
Pasca Jadi Korban, Bunga Trauma dan Enggan Bersekolah
Korban Penculikan Alami Trauma, Bunga Pilih Tidak Sekolah, Keluarga Berharap Pelaku Cepat Tertangkap
Kerabat Korban
Laporan Tribunnews Batam, M Sharih
TRIBUNNEWSBATAM, KARIMUN - Korban kejahatan seksual terhadap anak usia tujuh tahun yang menggemparkan Karimun, saat ini masih terlihat trauma. Korban, sebut saja Bunga, masih takut jika bertemu orang asing dan memilih tidak bersekolah sejak peristiwa itu terjadi, Kamis (6/12/2012) siang.
"Dia masih trauma dan masih takut kalau ketemu orang. Dia juga masih takut ke sekolah gara-gara kejadian ini. Dia " kata seorang kerabatnya kepada Tribun saat menyambangi kediamannya.
Ayah korban mengaku masih sangat terpukul atas peristiwa perkosaan yang menimpa puterinya. "Saya sangat berharap pelakunya cepat tertangkap," ujarnya singkat.
Bunga menjadi korban perkosaan orang tak dikenal sepulang dari sekolahnya, Kamis (6/12), pekan lalu. Sekitar pukul 10.00 Wib, sekolah yang jaraknya sekitar dua kilometer dari rumahnya, Bunga dicegat seorang lelaki tak dikenal.
Bunga kemudian diboncengi sepeda motor ke arah bekas tempat rekreasi yang sepi di Kawasan Poros. Di arena permainan itulah aksi bejat lelaki yang kemungkinan besar mengidap phedofilia (kondisi yang mempunyai ketertarikan atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki usia remaja) terjadi.
Korban diketahui diperkosa setelah keluarganya melihat Bunga dalam keadaan lemas dan pucat.
"Lalu kami tanyakan dan dijawabnya ada sakit di bagian alat kelamin dan anusnya," kata ibu korban saat menyampaikan laporan ke Mapolres Karimun.
Setelah kembali menanyakan kepada korban, kata ibunya, akhirnya Bunga mengaku telah diperkosa orang yang tak dikenal. "Setelah itu kami langsung periksa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan," jelas ibu korban kepada polisi memberi penjelasan.
Dari hasil pemeriksaan medis, kata ibu korban, ada luka robek di bagian sensitif korban. "Setelah itu Bunga menangis dan mengaku telah diperkosa orang yang tidak dikenal sepulang dari sekolah," jelas ibunya.
Kasatreskrim AKP Memo Ardian Sik melalui Kanit III, Bripka Untung Munardi yang dikonfirmasi mengenai kelanjutan kasus tersebut, mengatakan bahwa pelaku masih dalam proses penyelidikan. "Pelakunya belum dapat. Dan masih dalam proses penyelidikan," kata Untung singkat.