Hukrim
Delapan Warga Batam Merompak Kapal Muatan Minyak Di Malaysia
Ciderai Tiga Kru Kapal MT Merlion 2
Kepala APMM wilayah Selatan, Laksamana Pertama Maritim Adon Shalan kepada kantor berita Bernama membenarkan penangkapan delapan warga Indonesia tersebut. Ia menjelaskan kejadian perompakan itu terjadi di atas kapal MT Merlion 2 yang sedang sedang berlabuh di selatan Tanjung Stapa.
"Kesemua pria itu diketahui warga Batam, Indonesia. Mereka menggunakan sebuah boat kayu untuk menghampiri MT Merlion 2 yang sarat membawa muatan minyak," ujar Adon Shalan.
Adon mengaku setelah mendapat informasi adanya perompakan langsung menerjunkan anggotanya menuju lokasi kapal MT Merlion 2. Pasukan khusus itu langsung melakukan pengepungan.
Delapan pria asal Batam yang diduga melakukan perompakan ini menurut penjelasan Adon sempat bersembunyi di bagian anjungan dan kabin kapal setelah personil APMM datang untuk melakukan penyelamatan.
Dion menjelaskan ada dua orang lagi yang diduga sebagai teman delapan perompak tersebut yang berhasil melarikan diri menggunakan boat. Saat kejadian suasana perairan dalam keadaan gelap gulita.
" Dari hasil pemeriksaan ditemukan sebilah parang yang digunakan pelaku untuk merompak. Sedangkan dua pistol dan beberapa senjata lain dipercaya dibuang pelaku ke dalam laut untuk menghilangkan bukti," ujarnya.
Adon mengatakan, ada sekitar 11 kru di dalam Kapal MT Merlion yang merupakan warga Myanmar dan Singapura. Atas kejadian itu tiga orang kru kapal mengalami luka di bagian kepala, tangan dan pernafasan akibat terkena pukulan perompak. Kini tiga kru tersebut mendapat perawatan di rumah sakit angkatan laut Diraja Malaysia (TLDM) Tanjung Pengelih, Pengerang.
Delapan pria warga Batam yang diduga merompak itu menurut Adon mempunyai usia antara 23 hingga 46 tahun. Keseluruhan delapan pria itu tidak memiliki dokumen identitas diri. (bernama)