Hukrim
Mau Di pulangkan, Lima TKI Kabur
Petugas Kesulitan Memantau di Pelabuhan
Laporan Tribunnews Batam, Thom
TRIBUNNEWSBATAM, TANJUNGPINANG - Banyaknya jumlah TKI bermasalah yang dipulangkan secara serentak dari Tanjungpinang ke tempat asalnya melalui pelabuhan Sri Bayintan Kijang, kerap sulit ditangani Satgas Pemulangan TKI Bermasalah kota Tanjungpinang.
Alhasil, beberapa TKI Bermasalah itu kabur dari pengawasan Satgas dan memilih tak kembali ke tempat asalnya.
Dari data yang didapatkan Tribun, diketahui terakhir pemulangan TKI Bermasalah yang dideportasi dari Malaysia di Tanjungpinang melalui pelabuhan Sri Bayintan Kijang Bintan, dengan kapal Pelni Bukit Raya, menunju pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (11/12) lalu.
Jumlah TKI Bermasalah yang dipulangkan, sebanyak 302 orang, yang terdiri dari 228 orang pria, l 71 orang wanita dan 3 orang Anak-anak.
Dari jumlah TKI Bermasalah yang dipulangkan tersebut, 5 di antaranya dipastikan lolos dari pengawasan Satgas.
Kelima TKI Bermasalah yang melarikan diri tersebut adalah Najib asal Surabaya, Jepri Bria asal Surabaya, Yuki Sura asal Surabaya, Mahmun Anwar asal Surabaya, Suyatno asal Lombok dan Yulia Supriati asal Surabaya.
Lolosnya sejumlah TKI Bermasalah dari pengawasan Satgas saat dipulangkan melalui pelabuhan Sri Bayintan Kijang ini dibenarkan Ria Seksi Murni selaku koordinator lapangan Satgas TKI Bermasalah kota Tanjungpinang.
Kepada Tribun, Ria mengakui jumlah seluruh TKI Bermasalah masih terhitung lengkap saat diberangkatkan dari tempat penampungan Transito Batu 8 kota Tanjungpinang.
Jumlah itu, akhirnya berkurang saat dilakukan pengecekan terakhir untuk penerimaan tiket sebelum mereka dinaikkan ke dalam kapal menuju Jakarta.
"Saat kami bagikan tiket di pelabuhan, ternyata ada 5 tiket yang lebih. Setelah dicek ternyata mereka tak ada lagi di situ. Kami juga tidak bisa mengenal mereka satu-satu, karena penumpang di pelabuhan terlalu banyak. Apalagi petugas yang menangani TKI Bermasalah itu hanya beberapa orang saja. Jadi, kami tak bisa mengawasi mereka satu per satu," aku Ria kepada Tribun.