Pendidikan
SLB Tanjungpinang Kekurangan Guru
Anak-anak yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Tanjungpinang sejauh ini masih kekurangan staf pengajar.
Tayang:
Laporan Tribunnews Batam, Eko Setyawan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Anak-anak yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Tanjungpinang sejauh ini masih kekurangan staf pengajar. Kondisi ini bisa memengaruhi proses belajar mengajar di sekolah tersebut, karena perkembangan anak didik tidak terpantau secara baik.
Kepala SLB Tanjungpinang, Riasnelly, mengatakan, saat ini ada 38 guru, yang terbagi di tingkat tingkatan SD, SMP, dan SMA. Kekurangan guru mengakibatkan, beberapa di antaranya berperan di dua sekolah berbeda, atau dua mata pelajaran yang berbeda.
"Karena jumlah murid dan pengajar tidak seimbang, makanya kita kurang bisa memantau secara optimal perkembangan anak didik dari hari ke hari," kata Risnelly. Di SLB ada beberapa kelas sesuai dengan kondisi siswanya, seperti tuna grahita, tuna daksa, tuna rungu, tuna netra dan kelas hyperaktif (autis).
"Di sini berbeda-beda, untuk kelas autis ada sekitar 12-15 murid yang ditangani satu orang guru. Hal ini dilakukan agar guru bisa memantau perkembangan mereka dari hari ke hari," tambahnya.
Risnelly mengatakan, kondisi seperti ini sangat memprihatinkan bagi anak didik di SLB Tanjungpinang dengan jumlah anak mencapai 226 siswa.
Pihak SLB meminta orangtua bisa memaklumi kondisi dan kekurangan di sekolah tersebut. Namun, pihaknya tetap akan berupaya memperbaikinya dan mengajukan tambahan guru ke Disdip Prov Kepri.
"Harapan kami itu saja, para orang tua harap mengerti dengan keadaan seperti sekarang ini, yang pasti kami akan selalu berupaya memberikan yang terbaik," katanya. Ia berharap tahun 2013 sudah ada tambahan guru. (*)