HUT BATAM
Pariwisata Batam Sangat Unik
Gabungkan Industri dengan Pariwisata
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Mengenai pariwisata, Batam merupakan tujuan wisata yang unik. Dikatakan unik karena Kota Batam merupakan kombinasi antara pariwisata dengan industri.
Jelas, antara pariwisata dengan industri ibarat mata koin yang berbeda. Bahkan di sejumlah daerah, konsep pembangunan industri sering bertentangan dengan pembangunan pariwisata.
"Inilah keunikan Batam. Batam sebagai kota industri sekaligus kota wisata. Dan terbukti industri di Batam maju dan pariwisatanya juga maju," ujar Kepala Dinas Pariwisata Batam Yusfa Hendri.
Berdasarkan data, kunjungan wisata di Batam bertengger di urutan ke-3 nasional, di bawah Bali dan Jakarta. Ini menjadi bukti, bahwa pariwisata di Batam dapat tumbuh bersama industri.
"Bahkan bapak wali kota Batam pernah mendapatkan penghargaan mengenai hal ini,"jelas Yusfa.
Yusfa mengurai mengenai sumbangan pariwisata ke pendapatan daerah. Tahun 2011, pariwisata menyumbang lebih dari Rp 75 miliar terhadap PAD Batam.
Jumlah ini didapat dari pajak hotel, restoran, dan hiburan. Untuk tahun 2013, sumbangan ke PAD ditargetkan sebesar Rp 100 miliar.
Survey kementerian pariwisata, setiap wisatawan membelanjakan 300 US dolar. Artinya, dengan tingkat kunjungan wisata Batam saat ini, Batam menyumbang 300 juta US dolar ke negara.
Namun yang lebih penting adalah efek turunannya. Tumbuhnya pariwisata mendapatkan efek tumbuhnya transportasi, akomodasi, restoran, hiburan, kuliner, dan UKM. "Ini yang penting. Sehingga ekonomi masyarakat juga tumbuh," jelasnya.
Sebagai daerah perbatasan, Batam berdekatan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Yusfa memaparkan, setiap tahun Singapura mampu mendatangkan 14 juta wisatawan dan Malaysia 24 juta.
"Artinya di depan mata kita ada 38 juta wisatawan. Nah, kita ambil 10 persen saja sudah 3,8 juta. Ini merupakan peluang dan tantangan," jelasnya.
Peluang tersebut tentu saja tidak akan datang dengan sendirinya. Yusfa menangkap peluang dengan memanfaatkan status Batam sebagai wilayah free trade zone (FTZ). Menurutnya, FTZ sebaiknya bukan hanya bebas dalam arus barang namun juga lalu-lintas orang.
"Jadi turis yang dari Amerika atau negara lain yang berada di Singapura dan Malaysia bisa bebas masuk ke Batam. Contohnya tanpa mengurus visa lagi. Kalau hal ini bisa dipenuhi, maka peluang itu bisa kita tangkap," jelasnya.
Kemudahan itu akan diperkuat dengan konsep menjadikan Batam sebagai hub poin pariwisata.
"Kita bisa mengandalkan penerbangan di Singapura. Jalur domestik tentu saja diperkuat. Intensitas penerbangan atau pelayaran ke Sumatera bisa ditambah," tambahnya.
Tidak dipungkiri, hampir seluruh kota di Indonesia, termasuk di Pulau Sumatera, mengembangkan pariwisata. Mereka bahkan gencar melakukan promosi. Fenomena itu bisa menjadi peluang peluang bagi Batam sebagai pintu gerbang pariwisata.
"Daerah-daearah ini khan terkendala dengan akses, terutama ke luar negeri. Sebenarnya Batam memiliki akses itu," jelasnya.
Jika peluang itu mampu kita tangkap, bukan tidak mungkin Batam akan tujuan wisata yang berbeda dengan daerah lain. Konsep kota wisata industri.(Tribun Batam Cetak )