Investasi
Pengusaha Tiga Negara Bangun Convention Centre dan Foodcourt
Bisa Tampung 200 Unit Mobil, Nurdin Ajak Pengusaha Daerah Bisa Bangun Karimun
TRIBUNNEWSBATAM, KARIMUN - Kabupaten Karimun kembali menjadi lirikan pengusaha asing. Tiga pengusaha negara berkembang Indonesia, Malaysia dan Jepang sepakat membangun gedung convention centre dan foodcourt di Coastal Area atau tepatnya di samping Rutan Kelas IIB, Kelurahan Lubuk Semut, Kecamatan Karimun.
Dalam mewujudkan niatnya, Senin (17/12) kemarin sekitar pukul 12.00 WIB, konsorsium yang berada di bawah bendera PT Kota Baru Karimun melangsungkan acara peletakan batu pertama proyek tersebut.
Bupati Karimun, Nurdin Basirun dan anggota Komisi B DPRD Karimun, Ady Hermawan diberi kehormatan melakukan peletakan batu pertama.
Amat Tantoso, Komisaris Utama PT Kota Baru Karimun kepada wartawan usai acara mengatakan proyek tersebut dibangun di atas lahan seluas 1, 8 hektare (ha) dengan proyek dijadwalkan selesai pada tahun 2013 mendatang.
Daya tampung kedua bangunan tersebut diperkirakan mencapai 3 ribu orang, convention centre sebanyak 1. 500 orang dan foodcourt sebanyak 1. 200 orang,
Area parkir dikatakan Amat juga luas bisa menampung hampir 200 unit mobil. Selain itu Amat juga meyakini pemandangan (view) pantai yang dekat dengan kedua bangunan tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan pelaku usaha untuk datang.
Apalagi kedua bangunan berada dekat dengan akses masuk ke Karimun yakni pelabuhan domestik dan pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun.
"Akses jalan di sekitar lokasi juga bagus dengan dua jalur sehingga kenyamanan berkendara cukup terjamin untuk datang ke lokasi," kata Amat dengan nada sedikit promosi.
Namun Amat enggan membeberkan nilai investasi yang ditanamkan konsorsium dalam pembangunan convention centre dan foodcourt tersebut dengan alasan etika bisnis.
Amat terlihat lebih semangat menceritakan bahwa usahanya tersebut berkat kerjsama dengan pengusaha dari Karimun, Batam, Jakarta, Malaysia dan Jepang.
"Kalau soal itu (nilai investasi, red), saya rasa tak perlu lah ya untuk disebutkan, yang jelas kami antusias untuk menanamkan investasi di sini. Salah satu pertimbangan kami mengapa tertarik menanamkan investasi di Karimun ini karena keamanan dan kenyamanan investasi yang terjaga di Karimun selama ini," ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri itu.
Amat juga mengatakan bangunan foodcourt akan dibuka kepada khalayak umum untuk ikut meramaikan dengan berjualan.
Dan yang paling utama, Amat juga menjamin adanya pemberian label halal untuk membantu konsumen khususnya muslim untuk berbelanja di lokasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Karimun, Nurdin Basirun mengimbau kepada pengusaha asal Karimun yang berada di daerah lain untuk pulang mengisi pembangunan di Karimun.
Nurdin berjanji pihaknya akan memberikan jaminan kenyamanan birokrasi dan sosial bagi pengusaha yang selama ini dikatakannya sudah diaplikasikan dengan baik.
"Karimun meski dihuni berbagai suku bangsa tapi ketentraman dan kenyamanan sangat terjaga. Bagi pengusaha asal Karimun yang berada di daerah lain, saya imbau agar dapat pulang mengisi pembangunan di daerah kita ini. Saya akan berikan jaminan birokrasi dan sosial yang nyaman," kata Nurdin mengimbau.
SPBU dan Mal Tunggu Giliran
Antusiasme berinvestasi di Karimun dikatakan Amat Tantoso, Komisaris Utama PT Kota Baru Karimun akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Target berikutnya pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), perhotelan dan mal.
Terkait rencana pembangunan SPBU, Amat mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan peninjauan lokasi. Namun Amat mengindikasikan tetap dibangun di pulau Karimun Induk.
Mereka mengaku cukup tergerak untuk melancarkan pasokan kebutuhan BBM premium dan solar bagi warga Kabupaten Karimun yang notebene merupakan kampung halamannya juga.
"Selanjutnya kami juga akan bangun SPBU, hotel dan mal. Saat ini kami tengah melakukan peninjauan lokasi tapi kemungkinan tetap di sini di pulau Karimun Induk," kata Amat.
Kabar pembangunan lagi SPBU di Karimun cukup dinantikan warga Karimun. Itu mengingat SPBU Poros yang merupakan SPBU satu-satunya di Kabupaten Karimun saat ini dirasakan tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan BBM premium dan solar masyarakat.
Hampir setiap minggu, SPBU Poros mengalami kekosongan. Keterlambatan datang pasokan dari depo Pertamina di Tanjunguban, Kabupaten Bintan dan masalah cuaca menjadi alasan klasik yang sering diungkapkan pihak pengelola.
Akibatnya warga terpaksa membeli di kios-kios yang berada hampir di sepanjang jalan utama di pulau Karimun Induk dengan harga yang sudah pasti terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan harga di SPBU Poros. (Tribun Batam Cetak)