Jumat, 10 April 2026

Mabes Polri Razia Tas di Batam

Dirazia Polisi Pedagang Tas di Nagoya Kalang Kabut

Pedagang tas bermerek di kawasan Nagoya kalang kabut ketika tim Mabes Polri merazia, Kamis (20/12).

Laporan Tribunnews Batam, Aprizal

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-  Pedagang tas bermerek di kawasan Nagoya kembali menjadi sasaran razia, Kamis (20/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Pemilik toko terkecoh saat anggota Bareskrim Mabes Polri berpura-pura menjadi pembeli. 

Polisi yang menyamar langsung menyita beberapa tas ketika penjual menunjukkan tas tiruan merek alias KW. Selain mengamankan tas berbagai merek terkenal untuk dijadikan sebagai barang bukti, petugas juga membawa pemilik toko untuk dimintai keteranggannya ke Polresta Barelang. Beberapa merek tas terkenal yang diamankan, seperti merek Canal, Hermes, Aigner, dan Gucci.

"Awalnya polisi itu pura-pura belanja minta tas merek terkenal. Awalnya dia tanya, tas merek terkenal yang diminta itu barang original atau barang KW. Saya bilang, tas itu ada yang original dan ada yang KW. Saat saya tunjukkan barang-barang KW, polisi itu langsung memberitahukan identitasnya. Katanya dari anggota Bareskrim Mabes Polri," ujar  seorang pemilik toko yang dibawa ke Polresta Barelang.

Saat razia, puluhan polisi tersebut tidak berseragam dinas. Mereka serentak masuk ke beberapa toko. Setiap tim yang melakukan penangkapan terdiri dari tiga hingga empat orang petugas.

"Ada empat toko yang serentak didatangi. Setiap kelompok ada polisi wanitanya. Kami sama-sama dibawa ke Polres, sebagian pemilik toko sudah dimintai keterangan di dalam, giliran saya nanti katanya," ujarnya.
Meski pemilik diperiksa, toko mereka masih buka. Sebagian toko-toko yang menjual tas di Nagoya sudah tutup mendengar ada razia.

Pedagang tas yang di toko-toko di kawasan Nagoya, katanya, tas berbagai merek terkenal yang dijual rata-rata barang tiruan atau barang KW. Tas berbagai merek terkenal, jelasnya, didatangkan dari China, Tiongkok dan ada juga dari Jakarta.

"Batam ini kan terkenal dengan pedagang tas bermerek terkenal bang. Kalau dirazia seperti ini, Batam akan sepi. Pedagang tas di Batam tidak bisa dibandingkan dengan pedagang tas di Singapura, seberapa sanggup orang Indonesia membeli tas bermerek yang original. Satu beli tas yang original, bisa dapat dua hingga tiga tas yang KW-nya. Bisa hancur pasar perdagangan Batam ini kalau terus dirazia. Kenapa polisi Bareskrim itu yang sibuk? Polisi Batam tidak ada merazia selama ini," tambahnya.

Sementara itu pantauan tribun dikawasan Nagoya, beberapa toko yang dirazia diantaranya toko Velentine, Kawi Jaya, Gold Hill dan toko Yanti. Beberapa toko yang dirazia itu, terlihat saling berdekatan. Bahkan antara toko Gold Hill dan Velentine terlihat bersebelahan langsung, dan begitu juga dengan toko Kawi Jaya dan toko Yanti. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved