Kapal TKI Tenggelam di Malaysia
Suardi Pakai Paspor Bernama Ahmad Marwin Jadi TKI di Malaysia
Keluarga korban kapal TKI yang naas di perairan Bandar Penawar, Johor Baru, Malaysia berdatangan ke Hospital Kota Tinggi.
tribunnews/ilustrasi
KAPAL TENGGELAM- Kapal TKI Tenggelam perairan Bandar Penawar, Kota Tinggi, Negara Bagian Johor Baru
Korban TKI Tenggelam Gunakan Identitas Palsu
Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto
TRIBUNNEWSBATAM.COM,KOTATINGGI-Keluarga korban kapal Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang naas di perairan Bandar Penawar, Kota Tinggi, Negara Bagian Johor Baru, Malaysia sudah berdatangan ke Hospital Kota Tinggi. Sabtu (22/12/2012).Satu diantaranya, Linda, keluarga Suardi (37),
Belakangan diketahui, Suardi memang ikut rombongan. Ia ada diantara 10 warga Indonesia yang ditemukan bersama korban musibah kapal itu.
Linda yang datang sekaligus ingin mengidentifikasi saudaranya itu mengaku jika Suardi menggunakan identitas palsu. Hal ini diketahui dari Paspor yang ditemukan disaku celananya saat petugas penyelamatan Bandar Penawar Kota Tinggi, mengevakuasi jasadnya.
Apalagi, Linda salah satu keluarganya datang ke Hospital Kota Tinggi untuk melihat langsung 10 jenazah TKI, korban tewas tersebut.
"Nama adik saya itu Suardi, tapi di paspor tertulis Ahmad Marwin B Ajamain Amurllah. Tapi foto dipaspor itu benar wajahnya Suardi,"ujar Linda kepada Tribun Batam saat melihat seluruh data korban tewas di Hospital Kota Tinggi, Johor Bahru Malaysia, Sabtu (22/12/2012).
10 TKI sebelumnya ikut menumpangi kapal kayu, hendak kembali ke Tanah Air lewat Pulau Batam.
Aparat Malaysia telah mengevakuasi 10 jenazah warga Indonesia yang tenggelam setelah kapal mereka tenggelam di pantai selatan Malaysia,Kamis (20/12/2012).
Kantor berita nasional Malaysia, Bernama, mengatakan kapal diketahui membawa 15 penumpang yang merupakan TKI ilegal dan bertolak dari Bandar Penawar menuju Pulau Batam.
Semua jenazah dibawa ke Rumah Sakit Kota Tinggi untuk otopsi. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah setempat apakah seluruh korban sudah ditemukan. Berita selengkapnya, baca Tribun Batam, edisi cetak(*)