Wati Terpaksa Utang ke Tetangga Agar Jaksa Percepat Sidang Suami

Sejak suaminya Wati ditahan, sontak saja kehidupan dia dan anak-anaknya luntang-lantung.

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Wati, warga Kavling Lama Sukajadi, Sagulung, Batam, Kepri, tertatih-tatih membawa serta ke-4 anaknya yang masih kecil ke kantor Kejaksaan Negeri Batam, Jumat (8/2/2013). 

Ia ingin bertemu Wahyu Susanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara Rokhim bin Kasmadi, suaminya.

Sejak November tahun lalu, Rokhim ditangkap pihak kepolisian atas dugaan kasus penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Simpang Kabil, Batam. 

Namun Wati mengaku tak tahu menahu perkara yang menyangkut suami keduanya itu. Setahunya, Rokhim bekerja sebagai sopir taksi.

"Udah 3 hari dia nggak pulang-pulang, baru saya dapat surat dari kepolisian, dia ditahan karena kasus minyak. Saya nggak tahu apa pekerjaan dia, setahu saya dia jadi sopir taksi, mungkin dia kerja sama orang," ucap Wati malu-malu kepada Tribunnewsbatam.com, kemarin.

Ia menunggu dengan harap kedatangan Wahyu pagi itu di lantai I Kejaksaan Negeri Batam. Sembari menggendong anak ke-4 nya dalam buaian, ia tetap memperhatikan ke-3 anaknya yang asyik bermain di bawah tangga lantai I. Sesekali ia menegur anak anaknya itu agar tak menimbulkan kebisingan di ruang Kejaksaan.

"Jangan lari-larilah, bising, ini di tempat orang," kata perempuan yang saat itu mengenakan kaos hitam dipadu celana jeans yang sudah usang. 

Ia mengaku tujuannya menghadap Wahyu, ingin mengetahui kejelasan kapan perkara suaminya itu disidangkan. Pasalnya sejak suaminya ditahan, sontak saja kehidupan dia dan anak-anaknya luntang-lantung. 

Bahkan untuk makan sehari hari saja, Wati mengaku minta bantuan dari tetangganya, termasuk membayar uang sewa rumahnya Rp 250 ribu per bulan. Sementara ia tak punya pekerjaan yang mendatangkan uang sampai saat ini. 

"Suami saya bilang, surat penetapan sidangnya sudah ada, tapi sampai sekarang kenapa belum disidangkan. Dia minta tolong agar saya menjaga anak anak," ucapnya sembari mengusap matanya yang sembab oleh air mata.

"Kalau anak anak ramai seperti ini dititipkan kemana ya, kalau saya mau kerja? Saya nggak punya uang. Ada sih tetangga yang mau nolongin, tapi bayarnya waktu gajian. Tapi belum tahu juga," tanya Wati meminta solusi kepada wartawan. 

JPU Wahyu saat ditemui Tribun membenarkan pertemuannya dengan Wati, ibu 4 anak itu. Bahkan menurut Wahyu, Wati sempat berkeluh kesah tentang nasibnya sepeninggal suami dipenjara sambil menangis.

"Dia curhat tadi di sini sambil nangis nangis. Dia nanya, kenapa suaminya kerja jadi sopir taksi ditangkap, salahnya apa? Ya saya terangin, suaminya memang salah, setelah dicek, mobil yang dikendarai suaminya itu tankinya sudah dimodifikasi, dan isi solarnya mencapai 200 liter. Dia ditangkap di SPBU Simpang Kabil," ucap Wahyu sembari mengatakan Rokhim didakwa pasal 55 UU No. 22 tahun 2001 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Mobil sedan Toyota Sprinter hijau berplat BP 1096 ZU itu, kini masih terparkir di kantor Kejaksaan Negeri Batam, menunggu proses persidangan.

Berdasarkan surat penetapan dari Pengadilan Negeri Batam, Wahyu mengatakan perkara Rokhim bin Kasmadi akan disidangkan Selasa, 12 Februari 2013 ini. (*)
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved