DPRD BATAM JALAN-JALAN

Kunker ke Manado Didominasi Staf DPRD Batam

Apabila sudah masuk dalam program GFF tidak ada lagi pemeriksaan identitas. Mereka cukup menunjukkan GFF tersebut.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Beliefman menyatakan para staf DPRD seakan gampang lolos pemeriksaan ikut kunker bisa karena  rata-rata anggota dewan menggunakan kartu member garuda yaitu GFF (Garuda Frequent flyer). Apabila sudah masuk dalam program GFF tidak ada lagi pemeriksaan identitas. Mereka cukup menunjukkan GFF tersebut.

Djoko Martono yang dihubungi terpisah membenarkan yang disampaikan Beliefman.  Saat dihubungi,  Djoko mengaku sudah berada di Manado.  "Keberangkatan resmi, pagi hari dari Batam dan kami berdua saja. Saya tak tahu apakah teman-teman lain menyusul. Semoga mereka menyusul," ujarnya.

Tentang siapa para staf yang mendampingi dirinya dan Beliefman, Djoko pun menyatakan tidak mengenalnya. "Staf yang mendampingi kami lebih 10 orang. Saya tak kenal nama-nama mereka. Tapi sering juga saya  lihat mereka," kata Djoko Martono.

Yang menarik, baik Beliefman maupun Djoko mengaku hingga sampai di Manado, belum tahu mengenai materi yang akan dibahas dalam pertemuan dengan DPRD Kota Manado. "Saya belum tahu apa topiknya yang mau dibahas, biasanya akan disampaikan staf setelah mau bertemu dengan pejabat yang dituju. Yang jelas kunker ini sesuai tupoksi Komisi I yaitu bidang hukum dan pemerintahan," kata Djoko. 

Dijadwalkan pada Kamis ini mereka akan bertemu dengan DPRD Manado sekitar pukul 10.00. Setelah itu sudah acara bebas. Dari jadwal yang ada, pada Sabtu siang mereka kembali ke Batam.
"Kami ini orang bodoh makanya kami kunker untuk menambah wawasan," katanya.

Kabag Humas dan Protokol Setwan Batam, Drs Tajudin membenrakan adanya keberangkatan komisi I ke Manado untuk melakukan kunjungan kerja. "Sesuai jadwal mereka berangkat hari ini, namun kalau mereka tidak berangkat kami tidak tahu. Silahkan tanya kepada anggota dewan tersebut," katanya.

Tudingan adanya praktik penghambur-hamburan anggaran ini pada siang kemarin berembus kencang di kalangan Dewan. Bahkan berdasarkan informasi, dua anggota Dewan, Basri Harun dan Askan Asrul Sanny segera menyusul berangkat ke Manado pada sore hari. Sayang, kedua orang itu tidak bisa dihubungi karena handphonenya tak aktif. (ane/hat)
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved