DPRD BATAM JALAN-JALAN

Sepuluh Staf DPRD Batam Jalan-jalan ke Kota Manado

Agenda kunjungan kerja (kunker) DPRD Kota Batam kembali mencuatkan sorotan.

Sepuluh Staf DPRD Batam Jalan-jalan ke Kota Manado
Tribunnewsbatam.com/Istimewa
DPRD BATAM - Agenda kunjungan kerja (kunker) DPRD Kota Batam kembali mencuatkan sorotan. Kunker Komisi I ke Manado yang semestinya diikuti seluruh anggota Dewan ternyata justru didominasi oleh staf-staf DPRD. Dalam kloter awal yang berangkat Rabu (13/2/2013) pagi, tercatat hanya dua anggota Dewan yang berangkat. Sedangkan staf yang mendampingi mencapai 10 orang.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Agenda kunjungan kerja (kunker) DPRD Kota Batam kembali mencuatkan sorotan. Kunker Komisi I ke Manado yang semestinya diikuti seluruh anggota Dewan ternyata justru didominasi oleh staf-staf DPRD. Dalam kloter awal yang berangkat Rabu (13/2/2013) pagi, tercatat hanya dua anggota Dewan yang berangkat. Sedangkan staf yang mendampingi mencapai 10 orang.

Tak ayal isu tak sedap pun mengemuka. Keikutsertaan para staf biasa di Setwan ini dituding sebagai pengganti "mangkirnya" para anggota dewan.

Berdasarkan informasi dari seseorang yang mengaku sebagai staf DPRD Kota Batam dari 10 anggota Komisi I, ternyata hanya dua orang yang berangkat yakni Beliefman Sijabat dan Djoko Martono. Selebihnya, ada 10 staf ikut mengisi kursi pesawat yang kosong tersebut. Bahkan dari pesan pendek yang diterima Tribun, para staf DPRD itu telah mendapatkan uang saku dan akomodasi Rp 9,4 juta. Karena bukan haknya sehingga harus dikembalikan.

Dugaan adanya "joki" kunker guna memenuhi penggunaan anggaran ini juga disampaikan Beliefman Sijabat yang kemarin ikut kunker. Beliefman yang dihubungi Tribun, mengakui sesuai jadwal, mestinya semua anggota komisi I berangkat. Namun ia tidak tahu apa alasan beberapa koleganya memilih tak ikut. 

"Saya melihat para anggota dewan ini sudah semakin malas. Mungkin karena waktunya yang semakin dekat dengan pemilu. Yang berangkat lebih banyak staf, mereka ini mungkin mewakili kawan-kawan yang tidak berangkat," kata Beliefman yang saat dihubungi masih berada di Jakarta.

Rombongan ini sampai Jakarta pukul 10.35 WIB. Selanjutnya terbang menuju Manado sore harinya pukul 16.00 WIB. "Ini perlu ditulis, sebab tidak ada lagi hati nurani dari teman-teman (kami). Masa sudah terima uang perjalanan dinas tapi staf yang berangkat," katanya.

Ketua Komisi I, Nuryanto, membenarkan komisinya ada agenda kunker ke Manado untuk studi banding masalah perizinan bidang pariwisata. Setahu dirinya semua anggota ikut hadir, kecuali mereka yang telah mengajukan izin karena alasan yang jelas. Ia sendiri akhirnya juga batal ke Manado karena harus menemui pendemo, yakni warga Bukit Timur Tanjunguma yang mempersoalkan masalah ganti rugi lahan.

Nuryanto mengaku tidak tahu pasti siapa siapa saja yang ke Manado dan siapa yang tidak ikut. "Yah isu sah sah saja. Tapi harus dibuktikan toh. Saya kurang jelas juga. Karena cuma beberapa saja yang melapor. Seperti Pak Sukaryo tadi izin sama saya tidak jadi berangkat karena sakit. Yang tadi berangkat bilang itu Pak Sonny, sama ada lagi tadi saya lupa," bebernya.

Nuryanto menjelaskan, dalam sebuah kunjungan kerja sah-sah saja jika pada akhirnya anggota batal berangkat. Asalkan disertai alasan yang kuat.

"Kalau perizinannya, dalam satu komisi yah, itu disertakan semua. Tapi ketika keberangkatan tiba tiba berhalangankan tidak masalah. Sama saja seperti saya misalnya, tiba-tiba didemo, saya harus temui," katanya.

Tentang anggaran, Nuryanto menyatakan, karena berangkat maka dirinya tidak mengambil uang akomodasi. "Bagi anggota, kalau tidak jadi berangkat, anggaran nya kan dikembalikan," sebut Cak Nur. (ane/hat)
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved