Tempat Ribuan Warga Gantungkan Hidup Sering Dimanfaatkan Jadi Arang

Pemanfaatan kayu bakau sebagai bahan dasar arang merusak daerah serapan air.

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria S

TRIBUNNEWSBATAM.COM - Pemanfaatan kayu bakau sebagai bahan dasar arang merusak daerah serapan air. Sayangnya, banyaknya aktifitas masyarakat yang cenderung mengancam daerah serapan air itu tidak dapat di cegah oleh Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam.   

Suhartini menegaskan pihaknya sendiri tidak pernah memberikan izin penggunaaan bakau sebagai bahan dasar kayu arang. Tetapi saat ini, tidak sedikit masyarakat khususnya yang menetap di sekitar laut, menggantungkan pencahriannya dari bakau.

"Menyalahi aturan memang, tapi bagaimana lagi, itu juga yang menjadi mata pencaharian masyarakat tersebut," ujar Suhartini, Kepala Dinas KP2K Batam menanggapi maraknya penggunaan bakau sebagai bahan arang, Jumat (15/2/2013)

Salah satu yang dicontohkan Suhartini seperti masyarakat di kawasan jembatan Barelang. Di wilayah itu, ada ribuan orang yang menjadikan itu sebagai mata pencaharian. Meski demikian, ia pun menambahkan bahwa kerusakan mangrove tidak berasal dari masyarakat saja.

"Banyak juga kerusakan terjadi karena adanya pembangunan dari pemerintah dan swasta," tambahnya. Hingga kini, belum ada data angka secara pasti yang dimiliki KP2K terkait luasan hutan mangrove yang rusak akibat digunakan sebagai kayu arang.

"Kita nggak bisa lihat dari satu titik saja. Dan lagi selama ini kami belum pernah mendata jadi tidak tahu ada berapa hektare yang rusak," sebutnya kembali.

Guna mencegah kerusakan ini semakin parah, dinas KP2K, tambah Suhartini sedang mewacanakan untuk memberikan tanggung jawab kepada koperasi koperasi di sekitaran lokasi yang banyak terdapat bakau.

"Untuk solusinya kami punya wacana coba memberikan tanggungjawab sama koperasi koperasi. Jadi nggak diberikan langsung sama pengusaha pengusaha besar. Tapi sekali lagi, ini baru wacana," tutup dia. 
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved