Menpora Roy Suryo Meminta Bantuan Ahli Bahasa

Masalah kisruh persepakbolaan di Indonesia bak benang kusut.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Masalah kisruh persepakbolaan di Indonesia bak benang kusut. Itulah sebabnya Menpora Roy Suryo pun harus meminta bantuan ahli bahasa untuk menerjemahkan surat FIFA kepada pemerintah terkait kekisruhan sepakbola nasional.

Kemenpora telah menerima surat balasan dari FIFA terkait surat pemerintah kepada induk organisasi sepakbola internasional tersebut. Kendati surat ini sudah beredar, Menpora tetap akan menyampaikan secara resmi kepada publik.

"Bocoran surat yang beredar saat ini adalah benar (isinya). Surat FIFA memang tidak hanya ke saya, tapi juga PSSI," ujar Menpora kepada wartawan.

"Surat itu diterjemahkan lebih dulu, supaya tidak ada lagi penafsiran penafsiran yang berdampak pada proses penyelesaian permasalahan."

"Saya akan tetap umumkan secara resmi, baik surat asli maupun terjemahan. Kami menggunakan jasa ahli bahasa untuk menterjemahkan surat FIFA ini," katanya. (goal)

Bosan, Pilih Mundur

Deputi Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), Saleh Ismail Mukaddar, ingin mundur dari kepengurusan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin. Sikap itu diambil Saleh karena bosan dengan kisruh sepak bola nasional.

"Kisruh sekarang, kan, terjadi karena sepak bola Indonesia dipolitisasi oleh pihak tertentu. Saya bosan selalu ribut," kata Saleh, Jumat (15/2/2013).

Saleh berharap pengunduran dirinya bisa menjadi pelajaran bagi pengurus lain yang memiliki latar belakang politik. 

"Saya kan juga politikus. Saya sadar terlalu banyak politikus yang memegang sepak bola nasional. Masalah tidak pernah selesai. Semoga pengurus lain, yang juga politikus, bisa mengikuti jejak saya mundur," ujarnya.

Saleh mengaku pengunduran dirinya juga terkait dengan keinginannya untuk kembali fokus sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur. (tmp)
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved