Polsekta Belakang Padang Batam Amankan 10 Motor Pengendara

jaran Polsekta Belakang Padang, mengamankan belasan sepeda motor dengan knalpot racing.

Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto 

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM   Jajaran Polsekta Belakang Padang, mengamankan belasan sepeda motor dengan knalpot racing. Hal ini dilakukan, lantaran sepeda motor yang menggunakan knalpot racing tersebut mengeluarkan suara sangat gaduh dan brisik,menganggu ketentraman warga. 

"Kita amankan motor yang menggunakan knalpot racing, karena warga sangat resah dan terganggu suara gaduh dan berisik itu. Sepeda motor dengan knalpot bronk, kita amankan dan minta pemiliknya segara mengganti knalpotnya dengan yang standar," ujar Kapolsekta Belakang Padang, Batam, Kepri, AKP Dasrul Savit, Senin (18/2/2013). 

Pihaknya akan terus melakukan razia rutin dengan sasaran motor pretelan. "Meski berada di Pulau, selama ini motor berknalpot racing sering dikeluhkan warga, karena menimbulkan kebisingan," tegasnya. 

Motor yang dipretelan dan berknalpot racing dibawa langsung ke kantor Polsekta Belakang Padang. "Motor yang kami amankan umumnya dipretelan dan berknalpot racing," kata Dasrul.

Motor yang sudah disita polisi bisa diambil dengan catatan yang memilikinya menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Sedangkan motor yang pretelan juga harus dilengkapi dahulu dan sprare part nya harus sesuai. Contohnya yang knalpot racing mesti diganti dengan knalpot standar. 

"Pelanggaran pengunaan knalpot racing ini berdasarkan pasal 285 ayat 1 jo pasal 106 ayat 3 dan pasal 48 ayat 2 dan ayat 3. Bentuk pelanggaranya tidak memenuhi persyaratan teknis dan lain  jalan meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu arah, alat pengukur,knalpot dan kedalaman alur ban dengan denda maksimal Rp 250 ribu dan denda kurungan paling lama 1 bulan," tegasnya. (*) 
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved