Susno Duadji Dipisah dengan Gayus Tambunan

antan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji segera masuk bui.

JAKARTA, TRIBUN - Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji segera masuk bui. Dia tidak akan melarikan diri, melainkan siap-sedia memanggil jaksa yang akan mengeksekusi. Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan menolak kasasinya, sehingga Susno tetap dihukum 3,5 tahun penjara.

"Beliau taat, siap untuk ekseskusi, siap melaksanakan perintah pengadilan," ujar Koordinator Tim Pengacara Ari Yusuf Amir saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (18/2/2013) malam.
 
Menurut Ari, Susno sudah mengetahui kasasi yang diajukannya ditolak MA. Ia pun menyatakan siap mental menjalani proses hukum. "Pak Susno sudah tahu, dari media. Sudah agak lama kok tahu, kasasinya ditolak," kata Ari. 

Dia katakan, Susno dalam keadaan sehat, dan saat ini berada di Indonesia. "Dia kan tidak bepergian ke mana-mana, tidak bisa lari, karena sejak kasus awal sudah dicegah," ujar Ari.

Jaksa Agung Basrief Arief juga menegaskan bahwa Susno telah bersedia dieksekusi. Rencananya, mantan Kapolda jawa Barat tersebut akan mendekam di LP Cibinong, Jawa Barat. 

"Dari penasihat hukumnya sudah menyampaikan surat. Prinsip kan bersedia untuk dieksekusi cuma karena sementara ini dieksekusi di Cibinong," kata Basrief di Gedung DPR, Senin (18/2/2013).

Basrief menjelaskan alasan penempatan di LP Cibinong agar Susno tidak satu LP dengan Gayus Tambunan. Pasalnya, Susno yang membongkar kasus Gayus Tambunan. "Supaya tidak kumpul dengan Gayus. Dulu kan ia membongkar kasus itu jadi jangan sampai mereka satu," imbuh Basrief.

Namun, Basrief belum mengetahui kapan Susno dieksekusi. Kejaksaan Agung menyerahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sebagai eksekutor. "Kejari Jaksel yang berwenang. Saya belum bisa memastikan karena Kejari sebagai pelaksana," kata Basrief.

Kejaksaan Agung sudah menerima salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang memutuskan Komjen Pol (Purn) Susno Duadji tetap dihukum 3,5 tahun penjara.

Namun untuk waktu untuk melaksanakan eksekusi terhadap mantan Kabareskrim Polri tersebut masih belum dipastikan waktunya. Butuh beberapa hari lagi untuk mempelajari putusan MA terlebih dahulu. "Ya satu dua hari lagi," ungkap Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Andi Nirwanto Jumat lalu.

Dalam putusan perkara Nomor perkara 899 K/PID.SUS/2012 tertanggal 22 November 2012, MA menguatkan putusan PN Jaksel dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, bahwa Susno terbukti bersalah dalam pidana korupsi saat penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengganjar Susno dengan hukuman pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan.
 
Susno dinyatakan terbukti menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat Kabareskrim Polri dalam penanganan kasus Arowana dengan menerima hadiah sebesar Rp 500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus tersebut. 

Ia dinyatakan terbukti memangkas Rp 4,208 miliar, dana pengamanan Pilkada Jawa Barat saat menjabat Kapolda Jabar pada 2008, untuk kepentingan pribadi. (tribunnews/fer/adi/coz)
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved