Breaking News:

SENGKETA PULAU BERHALA

Pembangunan di Pulau Berhala Jadi Terhambat Oleh Sengketa Kepemilikan

Camat Singkep Kisanjaya mengakui proses pembangunan infrastruktur di Pulau Berhala jadi terkendala karena sengketa kepemilikan.

Pembangunan di Pulau Berhala Jadi Terhambat Oleh Sengketa Kepemilikan
Tribun Batam/ Tom
RUSAK- Inilah kondisi pelabuhan di Pulau Berhala, seperti yang terlihat Minggu (26/2/2012). Tribun berkesempatan mengunjungi Pulau Berhala bersama rombongan Pemprov Kepri.
Laporan Tribunnews Batam, Abd Rahman Mawazi

TRIBUNNEWSBATAM.COM, LINGGA- Camat Singkep Kisanjaya mengakui proses pembangunan infrastruktur di Pulau Berhala jadi terkendala. Hal itu diakibatkan oleh sengketa kepemilikan gugusan Pulau Berhala antara Pemkab Lingga (Kepri) dengan Pemkab Tanjungjabung Timur (Jambi)

Pemkab Lingga sudah menganggarkan beberapa program pembangunan untuk warga Pulau Berhala di tahun 2013 ini. Sedangkan Pemprov Jambi justru menganggarkan lebih dari Rp 2 miliar untuk memiliki Pulau Berhala. Bahkan sudah memberi izin investor untuk membuat resort di Pulau Berhala. Hal ini lah awal mula sengketa kepemilikan Pulau Berhala kembali mencuat dan memanas hingga sekarang.

Putusan MK terkait kepemilikan Pulau Berhala akan mengakhiri status quo sehingga pembangunan bisa dilanjutkan. Putusan MK nanti bersifat final jadi Pemkab Lingga bisa lebih konsen membangun Pulau Berhala.

Alokasi yang bisa diberikan oleh pemerintah hanyalah bersifat bantuan kepada setiap penduduk Lingga yang berada di sana. Masyarakat juga sudah cukup bersabar dalam menunggu kepastian hukum atas pulau itu.

"Status Berhala ini agar cepat selesai. Kalau lambat, kasihan warga yang di sana. Kalau sudah selesai, kita senang dalam berbuat. Saya berharap, Berhala tetap berada dalam kabupaten Lingga,” kata Kisanjaya.

Beberapa waktu lalu, masyarakat di pulau Berhala mengeluhkan pelabuhan. Mereka sangat berharap pemkab Lingga membangun pelabuhan untuk aktivitas mereka sebab pelabuhan yang ada saat ini  tidak layak pakai dan sangat membahayakan bagi warga yang melintas. Kayu-kayu pasaknya sudah mulai miring.  Saat ini, warga kesulitan untuk berlabuh ketika air surut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved