Breaking News:

ANAK HILANG DI BATAM

Kisah Empat Anak, Maria Yelsa Suka Menggambar Bunga

Orangtua mengenang terus anak-anaknya yang ditemukan meninggal dalam mobil rusak. Maria suka menggambar bunga.

Kisah Empat Anak, Maria Yelsa Suka Menggambar Bunga
tribunnewsbatam.com/argyanto
HOBI- Orangtua empat bocah yang tewas itu masih mengenang kesukaan dan kebiasaan sehari-harinya.
Laporan Tribunnews Batam, Ahmad Yani/Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-  Maria Yelsan Venge (6) dan Cosmas Verson (4), dua bocah kakak beradik, di antara empat bocah yang tewas di dalam mobil BM 1306 XS di Pasar Cik Puan, Sungai Panas, Batam sedang ceria- cerianya menikmati masa kanak-kanak. Musibah pun datang memupus segalanya dalam waktu bersamaan.

Antonius Nusa dan Maria Yuliana Duabara, menceritakan dua anaknya merupakan teman sepermainan. Keceriaan mereka kian lengkap ketika bergabung dengan dua bocah lain, tetangganya Wihelmus Rudi (3), dan Aprilyus Mado (5). Dalam keseharian, mereka berempat selalu bersama, mulai sekitar pukul 10.00. Untuk bermain banyak dilakukan di pekarangan rumah yang sederhana di Kampung Durian, Sadai, Bengkong. Namun ada kalanya keluar kampung.

Yuliana mengaku, anaknya, Maria Yelsan Venge rencanakan akan masuk Sekolah Dasar (SD) pada tahun ajaran mendatang. Anak pertamanya yang lahir pada 23-3-2006 di Flores itu, kesehariannya suka menulis dan hobi menggambar. "Dia ingin kami masukkan ke SD tahun ajaran baru,  dia anak baik. Paling suka mewarnai gambar-gambar bunga, atau mewarnai gambar- gambar rumah," kenang Antonius menimpali.

Menurutnya, Yelsen Venge merupakan anak yang suka belajar. Meski belum sekolah di bangku SD, ia suka minta bimbingan di rumah temannya. "Dia sering menulis angka-angka satu di rumah. Dia juga suka bantu saya melipat pakaian," cerita Maria, saat menunggu hasil otposi di RSOB Batam, Sekupang.

Sementara, Cosmas, anak keduanya yang ikut tewas di dalam mobil usang itu, selalu mengikuti kakaknya bermain. Namanya kakak-beradik, maka sang adik lebih banyak mengikuti apa saja yang dilakukan kakaknya.

Kenangan itu kini tinggal kenangan. Antonius maupun Yuliana mengaku merasa sangat kehilangan dua buah hatinya. Yuliana tidak menyangka anaknya meninggal dalam waktu bersamaan tertumpuk di dalam mobil yang sudah bertahun-tahun teronggok tak jauh dari rumahnya. "Mereka tewas sangat tidak wajar, kami memiinta segera di tuntas persoalan ini, karena kematiannya janggal. Pelakunya bisa segera terungkap," pinta Maria kesal.  (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved