Breaking News:

ANAK HILANG DI BATAM

Kisah Empat Anak, Sering Cari Ikan di Parit

Empat bocah itu sering mencari ikan di parit. Tidak mau pulang jika belum dapat ikannya.

Kisah Empat Anak, Sering Cari Ikan di Parit
tribunnewsbatam.com/argyanto
PARIT- Kisah empat bocah sekawan ini sering mencari ikan di parit dekat tempat tinggalnya di Kampung Durian, Bengkong Sadai.
Laporan Tribunnews Batam, Ahmad Yani/Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-  Di mata tetangganya, bocah-bocah itu selalu bersekawan kemana-mana. Baik itu saat mencari kaleng bekas, paku, maupun saat bermain layaknya bocah. "Selalu kemana-mana berempat. Biasanya mereka tak pernah main jauh-jauh, paling di sini-sini saja. Ke lapangan bola, pulang-pulang sudah penuh tanah aja mukanya," ucap Ny Ana, di Pasar Cik Puan kepada Tribun

Menurutnya keempat bocah itu termasuk anak yang penurut. Jika dilarang ke
tempat yang jauh, mereka juga mengikuti petuahnya. "Kalau main ke pasar, lalu disuruh pulang, mau juga mereka pulang. Sering mereka saya larang. Nurut anaknya," lanjut warga yang tinggal di seberang jembatan rumah duka ini.

Seingatnya keempat bocah itu paling sulit dilarang jika sudah asik mancing ikan di parit yang tak jauh dari rumah mereka. "Mungkin karena keasikan cari ikan kecil-kecil di parit, disuruh  pulang nggak mau pulang. Tetap aja di sana, tapi kalau sudah dapat ikannya, mau mereka pulang," lanjutnya.

Beberapa bocah lelaki tak jauh dari lokasi ditemukannya jasad empat bocah itu, mengaku pernah bermain dengan Yelsen, Cosmas, Aprilyus, maupun Wihelmus, meskipun diakuinya tak sering karena letak rumah mereka berjauhan.

"Kami pernah main bola dengan anak yang meninggal itu. Mereka sering cari kaleng, sama paku di sini. Kadang ada yang ejekin mereka, lalu mereka lari pergi. Tapi kami gabung lagi besoknya," ucap bocah laki-laki itu. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved