Breaking News:

ANAK HILANG DI BATAM

Kisah Empat Anak Hilang, Wilhelmus Suka Kasih Coki Coki

Melanjutkan kisah empat anak hilang yang kemudian ditemukan tewas dalam mobil di pasar Cik Puan Sungai Panas Batam.

Kisah Empat Anak Hilang, Wilhelmus Suka Kasih Coki Coki
tribunnewsbatam.com/thomlimah limahekin
EVAKUASI- Tim Polda Kepri melakukan evakuasi empat anak yang ditemukan tewas dalam mobil rusak di Pasar Cik Puan di Sei Panas, Batam, Kamis 28 Februari 2013 malam.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Melanjutkan penelusuran Tribun Batam menguak tabir kematian Yoseph Cosmas Ferson (4), Wihelmus Rudi (3), Aprilyus Ama Mado (5), Maria Magdalena Yelsan Fenge (6) yang ditemukan di dalam mobil dekat Pasar Cik Puan, Batam.

Empat anak itu  kerap bermain maupun beraktivitas di sekitar pasar yang terkenal dengan jual beli barang bekas itu. Di mata warga lainnya, selain kerap bermain berempat, bocah tersebut juga sering bermain dengan anak tetangga sebayanya. Tak heran jika banyak hal yang berkesan di benak bocah-bocah seusianya.

"Wil suka kasih Coki Coki sama Icha."  Kalimat polos mengalir dari bibir Fadhila, bocah 6 tahun yang tinggal tak jauh dari rumah duka. Ia mengisahkan bahwa dirinya juga beberapa kali bergabung dengan keempat bocah yang meninggal tragis itu semasa hidup. Selain dirinya, ada satu anak lagi bernama Icha.

Dila juga kerap bermain dengan Maria Magdalena cs , kendati ia tak terlalu mengingat nama lengkap keempat bocah sepermainannya itu.

Saat ditanya apakah akrab dengan Aprilyus, ia tak bisa mengangguk atau menggelengkan kepala. Namun saat ditunjukkan rumah si anak itu, Dila baru mengangguk tanda tahu. Namun dari keempat bocah yang ditemukan tewas itu, ia paling ingat dengan Wihelmus Rudi. Karena saat bermain, jajanan yang kerap dibeli juga biasa dimakan berbagi.

Wilhelmus hanya terpaut jarak satu tahun dengan Icha. Sementara untuk Yelsan, Dila hanya mengetahui sosoknya. "Wil itu lebih tua dari Icha. Icha umurnya baru 2 tahun. Kalau Yelsan, enam tahun," ujarnya sembari berlalu.

Beberapa anak lelaki tak jauh dari lokasi ditemukannya jenasah keempat bocah itu juga mengaku pernah bermain dengan mereka. "Kami pernah main bola dengan anak yang meninggal kemarin. Mereka sering cari kaleng, sama paku di sini. Kadang ada yang ejekin mereka," ucap bocah laki-laki itu.

Baju kesukaan

Sebagai bocah, di mata keluarga terutama orangtua memiliki kesukaan khusus. Tak heran jika hingga akhir hayatnya, sang orangtua tetap ingin membahagiakan anaknya, meskipun dengan menyertakan barang kesukaannya ke liang lahat.

Yasinta, misalnya, begitu mengingat kesukaan anaknya, Aprilyus. Selama ini Aprilyus suka mengenakan baju bergambar boneka Upin Ipin. Meski tak dapat memakaikan pakaian kesukaan Aprilius, tapi Yasinta berupaya tetap memasukkan baju itu ke dalam peti mati anaknya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved