Breaking News:

ANAK HILANG DI BATAM

Rabu Ketua Komnas Perlindungan Anak Investigasi ke Batam

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait akan datang ke Batam guna melakukan investigasi kejanggalan kematian empat anak.

Rabu Ketua Komnas Perlindungan Anak Investigasi ke Batam
tribunnewsbatam.com/argyanto
AKTIVIS- Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait akan ke Batam, Rabu 6 Maret 2013 guna investigasi kejanggalan kematian 4 anak di dalam mobil rongsokan di Pasar Cik Puan Sei Panas Batam. Lokasi TKP tempat mobil rongsokan masih digaris polisi.
Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-  Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait menaruh perhatian terhadap kasus meninggalnya empat bocah di dalam mobil di Batam. Ia akan terjun ke Batam guna melakukan investigasi terhadap kejanggalan-kejanggalan kematian empat anak Kampung Durian, Kelurahan Sadai, Bengkong, Batam itu.

"Rabu (6/3) saya ke Batam menggunakan pesawat pertama untuk investigasi kejanggalan-kejanggalan atas kematian empat anak Kampung Durian tersebut," kata Arist yang dihubungi Tribun via selulernya, Senin (4/3).

Arist mengakui telah mendapatkan pengaduan dari pihak keluarga. Oleh karena itu ia akan mempelajari sekaligus melakukan investigasi terhadap misteri kematian bocah yang dinilai pihak keluarga sangat janggal itu. Misalnya saja terkait posisi mobil yang hanya terbuka satu pintunya di sebelah kanan dan selama bertahun-tahun tak pernah diketahui dibuka oleh siapapun itu.

Kejanggalan lain yaitu tidak diketahuinya keberadaan bocah-bocah itu di sekitar lokasi hingga masuk ke dalam mobil, sebelum ditemukan tewas. Padahal, setiap hari situasi di lokasi cukup ramai.

"Kejanggalan-kejanggalan ini dan yang lain-lainnya telah kami terima dari orangtua korban. Hal
itu pula yang akan kami pertanyakan ke pihak kepolisian. Tentu kami juga harus melihat langsung kondisi mobil tempat ditemukannya empat anak tersebut, kemudian
ke TKP-nya," ujar Arist.

Arist mengaku memahami apa yang dikawatirkan para orangtua korban. Sebab fakta dan dugaan yang muncul kemudian, cukup masuk diakal. "Begitu tiba di Batam, teman-teman media semuanya akan kami hubungi, karena nantinya saya juga akan tanya jawab dengan teman-teman media, terutama yang turun langsung ke TKP," ungkap Arist.

Hingga kemarin di lokasi bekas tempat posisi mobil naas itu masih diberi garis polisi. Sementara bekas-bekas akses jalan di sisi kanan mobil, dimana hanya pintu sebelah kanan yang bisa dibuka, juga masih terdapat pecahan-pecahan kaca.

Sementara itu, aktivitas di Pasar Cik Puan tetap normal. Ruko-ruko tetap buka. Berita kematian empat bocah sekaligus itu pun masih menjadi perbincangan hangat.  (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved