Breaking News:

ANAK HILANG DI BATAM

Ini Pengaduan Orangtua Empat Bocah Kepada Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait

Orangtua korban mengadukan kejanggalan tewasnya empat anak mereka kepada KPAI Pusat yang mengunjunginya siang ini.

Ini Pengaduan Orangtua Empat Bocah Kepada Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait
tribunnewsbatam.com/hadi maulana
Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait mengumpulkan orangtua korban anak tewas di Kampung Durian, Batam, Rabu 6 Maret 2013.
Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Rabu (6/3/2013) sekitar pukul 10.02 WIB Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)  Arist Merdeka Sirait didampingi Sekjen Syamsul Ridwan tiba di rumah duka di Kampung Durian, Bengkong Sadai, Batam.

KPAI akan investigasi atas masalah empat anak yang ditemukan tewas dalam mobil rongsokan di Pasar Cik Puan Sei Panas, Batam. Arist  langsung menuju ke tempat tinggal Alm  Aprilius Ama Mado anak pasangan dari Yosep Boli (33) dan Yasinta Kewa (29).

Di rumah itu, para orang tua empat bocah dikumpulkan agar menyampaikan keterangan dan keluhan terkait kematian anak anaknya.

Andreas Aloysus, orangtua Wihelmus Rudi (3) kepada Arist mengaku dirinya yakin bahwa anak-anak mereka ini bukanlah tewas akibat kehabisan oksigen  terkunci di dalam mobil, melainkan murni korban pembunuhan.

Mengapa demikian, karena menurut Andreas setelah anaknya tidak pulang Rabu (27/2) kemarin, siang itu juga dirinya langsung berusaha mencari keberadaan anaknya itu, bahkan sekitar pukul 13.00 WIB Rabu (27/2) siang.

"Kenapa saya yakin anak-anak saya dibunuh, karena sekitar pukul 13.00 WIB saya sudah melihat ke mobil tersebut, bahkan pukul 21.00 WIB Rabu malamnya saya ke sana lagi untuk melihat mobil tersebut, dan dengan menyenteri kedalam mobil sama sekali tidak ada anak saya. Makanya saya bingung ketika anak saya itu ditemukan Kamis (28/2) sorenya berada di dalam mobil," kata dia.

Kecurigaan itu juga dikaitkan dengan wajah anak-anaknya yang saat ditemui sudah tidak bisa dikenali lagi. "Meski tidak dikenali, namun kami tetap yakin itu anak-anak kami. Soalnya dari tanda-tandanya benar itu anak kami, seperti Rudi dikenali dari kuncirnya, Yelsan dari rambutnya yang sedikit pirang dan Ama Mado yang menggunakan kutik," kata Gabriel, kerabat korban menambahkan.

"Hancurnya itu seperti tersiram air panas," kata Gabriel menambahkan.

Bahkan kepada Arist, Angelinus yang juga perwakilan pihak keluarga korban yakin kalau anak-anak mereka murni dibunuh. Anak anak itu dibunuh dulu baru kemudian dimasukkan ke dalam mobil sudah dalam kondisi meninggal. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved