Breaking News:

ANAK HILANG DI BATAM

Kapolda Kepri: 4 Bocah Tewas Karena Kekurangan Oksigen itu Pendapat Pribadi

Kapolda Kepri meminta keluarga korban 4 anak tewas agar bersabar menunggu hasil otopsi.

Kapolda Kepri: 4 Bocah Tewas Karena Kekurangan Oksigen itu Pendapat Pribadi
Tribunnewsbatam.com/humas pemprov kepri
Kapolda Kepri Brigjen Yotje Mende
Laporan Tribunnews Batam, Septyan/Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Bagaimana kelanjutan kasus tewasnya Yoseph Kosmas Ferson (4), Wihelmus Rudi (4), Aprilyus Ama Mado (5), dan Maria Magdalena Yelsan Fenge (6)? Kapolda Kepri Brigjen Yotje Mende berharap keluarga bersabar dan menunggu hasil autopsi.

Yotje sempat mengatakan jika tewasnya bocah itu karena kekurangan oksigen atau afeksia. Namun hal itu merupakan pendapat pribadinya, bukan pendapat kedinasan.

"Untuk itu kita menunggu. Saya mohon untuk menunggu. Karena, untuk mengekspos ini tidak boleh diluar daripada hasil autopsi. Saya menyampaikan kemarin bahwa hasil lidik sementara kita bahwa para korban ini mati lemas. Itu pun dugaan kami sebagai pribadi. Untuk dinas, kita menunggu hasil visum termasuk dari dokkes Polri yang ikut serta termasuk menggunakan Labfor kimia cabang Semarang jadi kami gunakan dua cabang ini," ucap Yotje kepada Tribun, Rabu (13/3).

Empat bocah naas itu ditemukan tewas di jok belakang mobil rusak di kompleks Pasar Cik Puan. Sejumlah kejanggalan muncul. Mayat bocah tersusun rapi serta wajah melepuh seperti luka tersiram air panas atau air keras. Wajah merepun sulit dikenali lagi.

Uniknya lagi, kaca spion bagian kiri mobil patah. Selain itu gearbox juga sudah tidak ada. Artinya di dalam mobil tersebut tidak hampa udara karena ada akses oksigen masuk ke dalam mobil.
Namun demikian, Kapolda menjelaskan dalam waktu dekat ini akan keluar mengenai hasil autopsi.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini. Karena ini kita kejar terus agar tidak terlalu lama. Biasanya dalam pemeriksaan ahli terdapat kesimpulan mengenai penyebab kematiannya," ungkap Jendral Bintang Satu ini.

Kabidhumas Polda Kepri, AKBP Hartono menambahkan, adanya pelaksanaan visum ini bertujuan untuk lebih meyakinkan lagi mengenai penyebab kematian korban. Dirinya pun mengimbau kepada pihak-pihak yang kurang berkompeten dalam hal ini agar tidak memberikan pernyataan sehingga tidak memperkeruh suasana.  "Untuk pihak keluarga, kami mohon agar tetap sabar," ucap Hartono.  Lamanya hasil autopsi membuat resah keluarga. Pihak keluarga meminta aparat kepolisian untuk segera menyampaikan hasil autopsi.

"Kami berharap hasil autopsi secepatnya kami ketahui. Polisi sudah berjanji akan trasparan. Jadi sekali lagi kami harapkan agar tidak ada yang ditutup-tutupi," kata Ilyas, keluarga korban yang juga petinggi paguyuban PK NTT, Rabu (13/3).

Menurutnya dugaan ada tindakan kriminalitas dalam kasus yang menimpa keempat anak mereka ini, semakin diperkuat dengan turunnya Komnas PA untuk melakukan investigasi ke Batam dalam mengungkap kasus ini.

"Sama seperti pihak keluarga, Komnas PA juga menduga ada kejanggalan dalam kasus yang menimpa anak-anak kami. Makanya kami sangat berharap sekali mengetahui apa hasil autopsi dari anak-anak kami ini," ungkapnya.

Ilyas mengatakan dalam waktu dekat keluarga berencana mengunjungi Mapolresta Barelang untuk mengetahui apa hasil dari otopsi anak-anak mereka yang ditemukan tewas didalam mobil sedang rongsokan tersebut.

Kematian empat bocah itu juga mendapat perhatian Ketua Komisi Nasional Pemilihan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait."Tim pencari fakta sudah terbentuk dan diketuai oleh Sekjen PA, Samsul Ridwan dan sejak hari ini juga tim langsung bergerak," katanya.

Disinggung apakah tim pencari fakta akan kembali turun ke Batam, Arist menuturkan jika ada data yang memang harus dikembangkan, kemungkinan besar tim akan kembali turun ke Batam. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved