INSIDEN PENEMBAKAN DI BATAM

Agung Pelaku Penembakan di Jodoh Square Ditangkap di Malang

Agung Pelaku Penembakan di Jodoh Square Ditangkap di Malang 20 Maret dan kini sudah dibawa ke Batam untuk pemeriksaan lanjut.

Agung Pelaku Penembakan di Jodoh Square Ditangkap di Malang
tribunnews batam / istimewa
Ilustrasi pistol. Agung pelaku penembakan di Jodoh Square Batam akhirnya ditangkap di Malang, Jawa Timur.
Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-  Setelah 25 hari melanglang kota dalam pelarian, Agung Irawan (37), menyerah di tengah jalan. Penangkapan Agung di Malang, Rabu (20/3) itu juga menguak teka-teki di balik aksi penembakan terhadap Hasan di Jodoh Square, 25 Februari malam silam.

Agung Irawan, warga perumahan di Bengkong Laut, Batam tersebut ditangkap tim dari Polsek Batuampar di terminal bus Arjo Sari, Kepanjen, Malang saat akan melanjutkan pelariannya menuju Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sekitar pukul18.00 WIB. Ia lari dari Batam menyusuri kota-kota di Sumatera, hingga akhirnya sampai di Jawa Timur. Agung juga lolos bersama senjata api yang ia bawa jenis Walther kaliber 7,65 MM, yang diperolehnya dari Thailand.

Setelah tiba di Batam, pada Kamis kemarin, ia membeberkan kisah pelarian dan latar belakang kejadian tersebut. Kekesalan hatinya berawal saat ia didatangi Rahman dan Hasan di rumahnya. Tanpa merinci keperluannya, keduanya beralasan ingin menyelesaikan masalah. "Saya kaget soalnya Rahman dan Hasan ke rumah bentak-bentak saya. Saat saya suruh masuk kedalam mereka menolak, katanya tidak mau membuat istri saya kaget. Akhirnya dia ngajak saya bertemu di Jodoh Square," kata Agung Irawan di Mapolsek Batuampar.

Ia telah mencium gelagat yang tidak enak. Menurutnya, sesuai adat Sumbawa, orang yang ingin menyelesaikan masalah dan berkunjung ke rumah, namun tidak mau masuk berarti ada masalah besar. "Makanya saat dia menyuruh saya ke Jodoh, saya langsung membawa senjata api untuk jaga-jaga diri," katanya.

Rahman dan Hasan, kata Agung, memang kerap mendatangi rumahnya baik siang maupun malam. Bahkan sempat suatu malam mereka melintangkan mobilnya di rumahnya. Dari situlah dendamnya kian meluap.

Peristiwa penembakan terjadi pada 25 Februari di depan Cafe Cindy di Jodoh. Akibat penembakan itu, betis Hasan luka tembus peluru. Hasan sempat pulang ke Batuaji dengan diantar ojek. Namun dinihari itu ia langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Batuampar. Sayang, saat pelaku diburu, polisi sempat kehilangan jejak Agung. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved