Breaking News:

PRAHARA DEMOKRAT

Jelang KLB Partai Demokrat, Loyalis Anas Beralih ke SBY

Menjelang perhelatan itu, loyalis mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum melakukan kejutan.

JAKARTA,TRIBUN - Pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat tinggal hitungan hari, tepatnya Sabtu lusa. Menjelang perhelatan itu, loyalis mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum melakukan kejutan. Mereka mengalihkan dukungan ke SBY untuk maju ketua umum di arena KLB. 

"Saya, Mirwan Amir, Michael Wattimena, Saan Mustofa semua mendukung SBY," kata Ketua DPP Bidang Tanggap Darurat Umar Arsal kepada TRIBUNnews.com. 

Umar berpendapat saat ini Partai Demokrat membutuhkan sosok SBY untuk memimpin partai menghadapi tahun politik. "Memang tidak ada pilihan lain. Cuma Pak SBY yang paling tepat. Suara dari DPD sudah jelas. Mereka yang paling tahu dinamika di lapangan," ujarnya. 

Pendapat serupa juga dilontarkan Ketua DPP Divisi Pembinaan Organisasi Partai Demokrat Michael Wattimena. Menurut Michael, DPD di wilayah Papua Barat beserta seluruh DPC di bawahnya mendukung usulan menjadikan SBY sebagai Ketua Umum. 

"Jadi kalau ada yang mengatakan hanya DPD saja yang mendukung, itu tidak bener. DPD datang bukan hanya dengan modal dua suara, tapi juga dengan suara aspirasi DPC yang sama dengan DPD," ujarnya. 

Michael menilai salah satu obat untuk membuat Partai Demokrat siap menghadapi Pemilu 2014 adalah dengan memposisikan SBY sebagai Ketua Umum. "Kami melihat Pak SBY sosok pemersatu. Tidak mau setelah KLB ada gesekan lagi. Kalau SBY yang memimpin harapan kita elektabilitas akan membaik," kata Michael.

Konstelasi politik internal Demokrat tambah memanas empat hari menjelang Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali pada 30 31 Maret 2013 nanti. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie dikabarkan terus melakukan konsolidasi mengumpulkan dukungan dari DPC dan DPD Demokrat dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tujuannya bisa dipilih jadi ketua umum dalam KLB. Menanggapi soal itu Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, tidak mempersoalkan. "Biarin saja. Tapi masalahnya Pak Marzuki sekarang kan masih ketua DPR. Kalau terpilih jadi ketua umum nanti bagaimana?" kata Mubarok.

Di sisi lain, keluarga SBY disebut sebut didorong oleh DPC dan DPD Demokrat jadi calon ketua umum Demokrat. Selain SBY nama Ani Yudhoyono, istri SBY, juga disebut kandidat kuat calon ketua umum. "Nanti menit terakhir di KLB akan menentukan," kata Mubarok.
 
Mantan Wakil Direktur Eksekutif Demokrat, Rahmad, mengakui tim sukses Marzuki Alie terus bergerilya mencari dukungan dari daerah. "Mereka terus bekerja untuk pemenangan MA (Marzuki Alie) di KLB," kata Rahmad.

Kendati demikian, Rahmad mengatakan konsolidasi yang pihaknya lakukan mendukung Pak SBY atau Ibu Ani jadi calon ketua umum. "Jika tidak dengan Pak SBY, pertarungan calon ketua umum nanti adalah antara MA dengan Ibu Ani," kata Rahmad.

Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan pengusungan Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono menjadi kandidat ketua umum sebagai jalan tengahdi tengah menguatnya Marzuki Alie, Saan Mustafa, Hadi Utomo, dan lainnya. 

Menurutnya DPD DPD Partai Demokrat hanya mau  keluarga Cikeas yakni SBY, Ani Yudhoyono dan  Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas yang menjadi pimpinan di Partai Demokrat. 

"Bagi DPC dan DPD, itu jalan tengah. Jalan kompromistis di tengah kuatnya kekuatan Marzuki Alie, Saan Mustapha, Hadi Utomo, dan lain lain. Mereka percaya hanya tiga nama Cikeas itu yg bisa netralisir friksi dan faksionalisasi PD. Kalau SBY bersedia Ketum, semua gembira. Itu momen yang ditunggu tunggu," jelas Wakil Ketua Komisi I DPR.  

Menurutnya, kalau dikukuhkan ketua umum, SBY lebih sebagai simbol pemersatu. Karenanya, tegas dia, tugas kenegaraan dan pemerintahan sebagai Presiden tidak akan terganggu nantinya. "Saya haqul yakin, tugas kenegaraan dan pemerintahan tak terganggu. Soalnya SBY taat asas. SBY patuh pada kepatutan," kata dia.

"Urusan partai pasti hari libur dan pasti malam hari. Untuk keliling Indonesia, tak harus Ketua umum. Kan masih ada Sekjen dan Waketum. Atau jika disepakati, internal aja, bisa saja ada semacam fungsi yang laksanakan tugas tugas ketua umum ke daerah daerah," ujarnya.

Usul DPD DPD agar SBY menjadi ketua umum merupakan pilihan terkahir jika nantinya saat Kongres Luar Biasa (KLB) tidak ada alternatif lain. "Ini pilihan yang tidak ideal, tapi realistis. Pilihan terakhir jika tak ada alternatif lain. Artinya skenario yang terburuk tapi terbaik," ungkapnya.  

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Roy Suryo menegaskan tidak perlu terlalu dipermasalahkan wacana memajukan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai ketua umum partai.

"Soal wacana pak SBY menjadi Ketum Demokrat menurut saya tidak perlu terlalu dipermasalahkan," kata Roy yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga. 

Menurutnya, di Partai Politik lainnya juga hal senada juga tampak terjadi. "Di partai partai lain juga begitu kan? Bu Mega di PDIP, pak Wiranto di Hanura, Surya paloh di Nasdem, dan sebagainya," ujarnya. (tribunnews/aco/fer/mal)
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved