Senin, 27 April 2026

Jumlah Promosi Online Produk UMKM di Indonesia Memprihatinkan

Sekitar 0,15 persen pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mempromosikan produknya secara online.

Laporan Tribunnews Batam, Kartika Kwartya

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Pemanfaatan teknologi informasi untuk promosi produk UMKM di Indonesia minim. Asisten Deputi Urusan Informasi dan Publikasi Bisnis Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Adi Tresno Juwono mengatakan, baru sekitar 0,15 persen pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mempromosikan produknya secara online.

"Total UMKM di Indonesia itu ada 55,2 juta orang. Tapi yang memanfaatkan internet sebagai media promosi hanya sekitar 83.000 di antaranya. Itu sangat disayangkan sementara potensi kita besar," kata Tresno usai membuka kegiatan Temu Solusi Pemasaran Produk KUKM melalui Media Online di hotel 89 Baloi, Batam, Rabu (27/3/2013).

Adapun peserta kegiatan ini berjumlah 38 pelaku usaha mikro, kecil, menengah yang ada di Batam. Peserta yang dipilih yaitu pelaku usaha yang sudah bisa menggunakan komputer, kemudian ada kemauan untuk belajar, dan punya visi untuk mengembangkan usahanya. Sebelum mengikuti kegiatan peserta diminta membuat pernyataan kesanggupan untuk mengembangkan usahanya. Hal ini bertujuan agar seminar tersebut tidak berhenti sampai di hari kegiatan saja.

"Makanya diberikan modem gratis bagi peserta yang 38 tadi. Harapannya setelah pelatihan mereka tidak lagi diam, tapi langsung ingin mencoba," katanya. Ia mengatakan program ini hanya sebagai stimulan bagi UKM lain. Diharapkan pelaku UKM yang mengikuti kegiatan ini kelak bisa menularkannya pada pengusaha kecil lain.

Temu solusi ini diharapkan bisa memberikan alternatif solusi terhadap masalah pemasaran produk UMKM. Selama ini, kata Tresno, banyak UMKM memiliki produk tapi bermasalah dalam pemasarannya.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama peserta mendengarkan penyampaian motivasi dari penulis buku Man Jadda Wa Jada, Akbar Zainuddin. Serta materi dari Hardi Vizon, pemilik mainanbocah.com, toko online yang menjual mainan anak-anak.

Materi yang disampaikan mulai dari pengetahuan sarana apa saja yang bisa dipakai untuk promosi, kelemahan dan kelebihan masing-masing media, cara pembuatan dan pengembangan, hingga konsekuensinya.

"Kalau sudah berani online, harus berani konsekuen. Kalau sudah tahu aturan main baru diajarkan bagaimana mengembangkan blog atau website yang terintegrasi dengan transportasi, pembayaran, dan asuransi," kata Tresno.

"Setiap media punya kelemahan dan kelebihan. Kita juga akan sampaikan hal ini, sehingga KUKM bisa lebih hati-hati. Kalau KUKM berani masuk ke dunia maya dengan penuh mawas diri, diharapkan produknya bisa menembus pasar global," tambahnya.

Tresno mengatakan pelatihan semacam ini sudah diadakan di beberapa provinsi lain seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Setiap tahun diadakan di enam provinsi secara bergantian. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved