Breaking News:

PRAHARA DEMOKRAT

Siapa Sosok Wiwin Si Pembocor Sprindik Anas Urbaningrum?

Wiwin Suwandi yang dituduh sebagai pembocor surat penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum adalah alumnus FH Unhas.

Editor:

Wiwin juga diketahui mantan aktivis pers mahasiswa dan pernah dipercaya sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Hukum (LPMH) Unhas. Dia masuk di FH tahun 2003.

“Dia termasuk aktivis pers mahasiswa yang senang diskusi dan berintegritas. Karena sebagai mantan aktivis pers mahasiswa, Wiwin memang dekat dengan sejumlah wartawan sejak di Makassar, jauh hari sebelum ia ditawari menjadi sekretaris pribadi Abraham Samad di KPK,” tulis M Rahmad Arsyad, kepada Tribun melalui chatting di Facebook, Rabu (3/4/2013) malam.

Rahmad yang akrab disapa Abang Rahmad ini adalah sahabat karib Wiwin sejak masih sama-sama menjadi aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Makassar. Rahmad ketika itu menjabat Ketua Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Unhas. Sedangkan Wiwin saat itu sebagai Pemimpin Redaksi Buletin Eksepsi yang diterbitkan LPMH Unhas.

Kepada Tribun, Rahmad menceritakan, ia sempat menghubungi  Wiwin melalui BlackBerry Messenger (BBM) saat namanya mencuat sebagai pembocor draft sprindik. Ketika itu, Rahmad bermaksud menanyakan kebenaran kabar tersebut. Lalu Wiwin menjawab:

“Terima kasih senior, mohon doa dan dukungan-ta. Yakinlah, saya tidak menjual idealisme dan kehormatan dalam kasus ini. Saya hanya ingin menunjukan idealisme yang mungkin berlawanan dengan sistem,” tulis Wiwin.

Sosok Wiwin mencuat setelah Ketua Komite Etik KPK Prof Dr Anies Baswedan mengumumkan hasil pemeriksaan atas bocornya sprindik atas nama Anas Urbaningrum di Gedung KPK, Jakarta Selatan, kemarin.

Dari blognya, http://wiwinsuw4ndi.wordpress.com, Wiwin menulis lahir di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada 9 Mei 1985. Dia diterima di Fakultas Hukum Unhas pada tahun 2003 melalui Jalur Panduan Potensi Belajar (JPPB). Ia meraih gelar sarjana hukum 9 September 2009.

Bersama rekannya kemudian membentuk Pusat Kajian Konstitusi Unhas. Saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa prodi ilmu hukum pada Program Pascasarjana Unhas.

Dalam bagian keputusannya, Komite Etik menyatakan bahwa dokumen sprindik yang beredar di sejumlah media massa identik dengan dokumen yang ada di laptop milik Wiwin Suwandi.

"Ada pencetakan dokumen pada 7 Februari 2013 pada pukul 21.46 WIB. Ada upaya menghubungi Tri Suherman pada 8 Februari pukul 21.00. Wiwin mengakui, yang bersangkutan mengambil foto setidaknya dua gambar dari file yang dicetak, yang merupakan potongan sprindik Anas dan dikirimkan ke Tri Suherman melalui BBM (BlackBerry Messenger)," jelas Ketua Komite Etik Anies Baswedan saat membacakan bagian keputusan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved