PRAHARA DEMOKRAT

Keakraban Di antara Kami Terjalin Karena Sering Minum Kopi

Inilah kronologis sprindik kasus Hambalang dengan status Anas Urbaningrum sebagai tersangka beredar di media massa.

Keakraban Di antara Kami Terjalin Karena Sering Minum Kopi
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Wiwin Suwandi, Sekretaris Pribadi Ketua KPK
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wiwin mengaku mengenal wartawan surat kabar harian Tempo bernama Tri Suharman sewaktu masih kuliah di Universitas Hasanuddin, Makassar, tahun 2008.

Perkenalannya saat itu karena pernah satu "tongkrongan" dan dilanjutkan pernah mengundang sejumlah wartawan untuk acara seminar kampus, termasuk Tri. "Abraham juga suka mengisi seminar-seminar saya," ujar Wiwin.

Ketika Tri mengetahui Wiwin menjadi Sekretaris Pribadi (Sespri) Ketua KPK, keduanya makin sering bertemu sehingga makin akrab.

"Kalau hari libur kami suka ngobrol bareng, ngopi bareng, dengan teman-teman wartawan dari Makassar yang lainnya yang ada di sini (Jakarta). Saya pesan ke mereka, tolong kami dibantu, didukung, karena kita bawa daerah di sini, kita bawa nama almamater di sini, kita bawa nama sosial di sini, sehingga banyak yang kita pertaruhkan di sini," jelasnya.

Sementara, Wiwin mengenal wartawan surat kabar harian Media Indonesia, Rudy Polycarpus, sewaktu sudah bertugas menjadi Sespri Abraham Samad.

"Si Poly itu saya kenal karena dikenalkan oleh Tri sejak awal-awal saya tugas di KPK. Perkenalan dengan Poly di luar kantor KPK, sambil minum kopi bersama. Jadi, istilahnya teman ajak teman," kata Wiwin.

Kronologi:

Wiwin membenarkan tentang kronologi bocornya Sprindik Anas sebagaimana telah diumumkan oleh Komite Etik KPK pimpinan Anies Baswedan. Sprindik tentang penetapan tersangka kepada Anas itu keluar setelah dilakukan gelar perkara dugaan korupsi proyek Hambalang oleh Tim Kecil Penindakan kepada Abraham Samad di kantor KPK.

Menurutnya, pada 7 Februari 2013 pukul 20.20 WIB, Sprindik tersebut ditandatangani oleh tiga pimpinan KPK. Pada pukul 20.27 WIB, Abraham Samad memerintahkan Wiwin untuk memindai (scan) dan menggandakan (copy) draft dokumen Sprindik yang belum diberi tanggal, dan dibubuhi cap atau setempel  KPK, dan belum diparaf oleh kelima pimpinan KPK tersebut.

Pada pukul 21.29 WIB, Wiwin menyerahkan kembali hasil copy-an tersebut kepada Abraham Samad. Tetapi, pada pukul 21.30 WIB dan 21.46 WIB, Wiwin kembali melakukan scan dan meng-copy dokumen tersebut dan menyimpan hasilya ke laci mejanya.

Keesokan harinya, 8 Februari 2013, sekira pukul 08.17 WIB, Wiwin kembali mengambil dokumen Sprindik Anas yang telah dicetak dari lacinya itu.

Selanjutnya, ia berinsiatif memberitahukan pakar hukum tata negara Universitas Hasanuddin sekaligus senior di kampusnya, Irmanputra Sidin. Wiwin mengirimkan hasil potret dokumen draf Sprindik penetapan tersangka Anas itu kepada Irmanputra Sidin menggunakan Blackberry miliknya.

Wiwin juga menginformasikan tentang penetapan tersangka Anas kepada wartawati TV One, Dwi Anggia, melalui komunikasi Blackberry Messenger (BBM) pada pukul 14.22 WIB.

Pada Jumat (8/2/2013) malam, Wiwin yang tinggal serumah dengan Abraham Samad itu, melakukan komunikasi dan bertemu dengan wartawan Tempo, Tri Suharman, dan wartawan Media Indonesia, Rudy Polycarpus, di Gedung Setiabudi One, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, atau tepat di seberang kantor KPK.

Di tempat itu, Wiwin  menunjukan dan menyerahkan satu lembar hasil scan cetak Sprindik yang di scan. Sebelumnya Wiwin sudah memotret dokumen Sprindik itu dengan menggunakan Blackberry dan dikirimkan hasilnya kepada Tri Suharman lewat BBM.

Hingga akhirnya pada 9 Februari 2013, Sprindik penyidikan kasus Hambalang dengan status Anas Urbaningrum sebagai tersangka beredar di media massa. (*)

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved