PRAHARA DEMOKRAT

Saya Tidak Ingin Publik Menzalimi Ketua KPK Abraham Samad

Tidak ada timbal balik sama sekali. Saya pastikan, saya yakinkan Anda, bahwa tentang itu sudah selesai.

Saya Tidak Ingin Publik Menzalimi Ketua KPK Abraham Samad
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Wiwin Suwandi, Sekretaris Pribadi Ketua KPK

Ia mengaku tidak ada internal KPK atau pihak luar KPK yang mendorongnya untuk membocorkan Sprindik penetapan tersangka terhadap Anas. Bahwa hal itu dilakukan adalah karena inisiatifnya sendiri.

Ia menegaskan, tak ada keterlibatan Abraham Samad dalam pembocoran Sprindik ini. "Kalau ada teman yang mendorong saya, kenapa saya sendiri yang menanggung masalah ini? Saya bisa katakan ada yang mendukung saya. Bukan lagi Abraham Samad yang dikorbankan. Kan dosa kalau saya menanggung sendiri," ujarnya.

"Saya tidak mau menzalimi orang lain. Dalam pengertian, saya tidak ingin publik menzalimi Abraham Samad cuma karena saya ini Sekretaris Pribadi dia," tegasnya.

Tersinggung Komite Etik

Wiwin mengaku tidak ada timbal balik berupa materi uang maupun jabatan dengan pembocoran Sprindik Anas. "Tidak ada timbal balik sama sekali. Saya pastikan, saya yakinkan Anda, bahwa tentang itu sudah selesai," ujarnya.

"Ketika saya diperiksa Komite Etik, mereka menanyakan hal yang sama dengan apa yang Anda tanyakan," tambahnya.

Ia mengaku saat diperiksa Komite Etik ditanya nominal uang yang diberikan Tri Surahman dengan pembocoran Sprindik Anas. Namun, Wiwin membantahnya. Bahkan, Wiwin mengaku sempat geram dan tersinggung dengan pertanyaan Ketua Komite Etik KPK, Anie Baswedan.

"Pak Anies tanya saya, Kamu dapat berapa dari Tri Surahman. Saya jawab, mohon maaf Prof, saya tersinggung dengan pertanyaan Anda. Saya masih punya kehormatan, saya masih punya harga diri di sini. Saya masih punya idealisme. Dan saya tidak ingin menjual itu hanya karena saya gila materi," paparnya.

Karena KPK memiliki alat dan teknologi canggih untuk penanganan perkara, Wiwin sudah mempersilakan pihak KPK untuk menyebarkan tim intelejennya. "Silakan lacak rekening saya, silakan lacak rekening adiknya," kata putra kedua dari empat bersaudara itu.

Wiwin pun tak menolak saat data-data dari kedua teleponnya genggamnya dikloning oleh pihak KPK. Itu dilakukan untuk menelusuri keterlibatan Wiwin dalam pembocoran Sprindik Anas.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved