PRAHARA DEMOKRAT

Wiwin: Saya Benci Sekali dengan Korupsi, Apalagi Kasus Megaskandal

Ini bukan berarti saya lebih suci dari mereka. Apakah Anda yakin Anas melakukan dan terlibat korupsi Hambalang?

Wiwin: Saya Benci Sekali dengan Korupsi, Apalagi Kasus Megaskandal
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Wiwin Suwandi, Sekretaris Pribadi Ketua KPK

Sepengetahuannya, saat itu kelima pimpinan KPK sudah menyepakati bahwa kasus Hambalang dengan Anas sebagai tersangka sudah layak naik ke penyidikan.

Namun, ia merasa geram melihat lambatnya penanganan kasus tersebut naik ke penyidikan. Dan hingga sekitar 50 saksi diperiksa, pimpinan KPK belum juga meningkatkan kasus itu ke penyidikan.

"Pak Tumpak Hatorangan juga sudah memberikan jumpa pers, kalau kasus itu sebenarnya sudah lewat deadline (tenggat waktu). Dan itu juga diakui oleh para penyidiknya ketika dipanggil oleh Komite Etik" ungkapnya.

Wiwin mengaku membocorkan Sprindik tentang Anas sebagai tersangka Hambalang karena inisiatifnya sendiri. Dan selanjutnya ia memberikan hasil scan Sprindik itu kepada Tri Suharman (wartawan Tempo) dan Rudy Polycarpus (wartawan Media Indonesia).

Ia menegaskan, bahwa pembocoran Sprindik tentang penetapan Anas itu tanpa sepengetahuan dan perintah dari Ketua KPK, Abraham Samad. "Itu tanpa Pak Abraham Samad menyuruh saya. Kalau dia menyuruh saya justru jadi blunder besar. Pasti dia dapat masalah. Yang saya serahkan ke Tri dan Poly hanya hasil scanning," kata dia.

Wiwin juga mengakui dirinya yang menentukan jadwal dan lokasi pertemuan dengan kedua wartawan media cetak nasional itu. "Jadi, lebih banyak saya yang berperan," ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa tujuannya memberikan scan Sprindik itu adalah agar publik tahu fakta yang sebenarnya, bahwa sebenarnya Anas sudah jadi tersangka.

"Tapi, mungkin ada sesuatu yang mengganjal, jadi belum diumumkan, sehingga saya mengambil langkah yang keluar dari sistem yang ada di KPK," jelasnya.

Wiwin mengungkapkan, alasan dirinya berani melakukan hal itu. Ia mengaku merasa ada keganjilan dalam penanganan kasus Anas ini. Alasan lainnya, yakni karena Wiwin mengaku memiliki idealisme yang tinggi dalam pemberantasan korupsi sehingga berani melakukan hal itu.

"Mungkin orang bertanya-tanya, kenapa saya melakukan itu, keluar dari sistem struktural. Yah, saya ingin mengatakan, karena saya merasakan keganjilan itu dan adanya dorongan idealisme saya, sehingga saya melakukan itu, mengeluarkan Sprindik itu dan memberikan ke wartawan. Bahkan, saya langsung perintahkan mereka, Tri dan Poly, tolong bantu beritakan ini ke publik bahwa Anas sudah tersangka," ungkapnya.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved