Breaking News:

TRIBUN CORNER

Ancaman Semenanjung Korea Menjadi Momok Bagi Kita

Selain Eropa, Semenanjung Korea saat ini menjadi momok yang menakutkan bagi dunia.

Selain Eropa, Semenanjung Korea saat ini menjadi momok yang menakutkan bagi dunia. Eskalasi ketegangan antara Korea Utara dengan negara-negara di sekitarnya tidak bisa dianggap main-main meskipun peluang dialog masih terbuka.

Korea Utara saat ini dikabarkan sudah menyiapkan senjata-senjuata nuklirnya. Kawasan industry bersama yang dibentuk antara Korea Utara dan Selatan sudah ditutup secara sepihak oleh Korut. Sebanyak 120 perusahaan manufaktur asal Korsel di kawasan industri itu terpaksa gigit jari.

Bahkan, pemerintah Korea Utara, Selasa kemarin sudah memperingatkan warga asing di Korea Selatan untuk keluar dari negara itu sebelum menjadi korban saat perang pecah. Korut juga memperingatkan semua organisasi dan perusahaan asing di Korsel, diminta untuk keluar.

Kendati ancaman itu bukan yang pertama, namun kali ini berbeda. Ketegangan semakin meningkat sejak PBB menjatuhkan sanksi terhadap Korut yang tetap melaksanakan uji coba nuklir pada Februari lalu. Kondisi itu ditambah oleh berbagai provokasi Amerika Serikat yang membuat Korut makin gusar.

Mulai dari latihan militer bersama AS dan Korsel hingga pernyataan-pernyataan pejabat AS yang membuat gerah Pyongyang. Menhan AS Chuck Hagel misalnya, mengatakan bahwa Korea Utara adalah ancaman nyata yang berbahaya.

Ketegangan di Pasifik ini memang tidak bisa dikatakan sebagai isu lagi. Militer Jepang yang selama ini tidak pernah ikut campur, belakangan mulai terlibat. Bahkan, negara itu telah menyiapkan rudal Patriot untuk menggagalkan rudal Korut.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan, pihaknya telah mensiagakan dua peluncur rudal Patriot Advanced Capability (PAC) 3 di Tokyo sebelum fajar, Selasa kemarin. Selain Tokyo, PAC 3 juga ditempatkan di dua titik lokasi lainnya serta sistem antirudal di Pulau Okinawa.

Sedangkan pihak AS juga akan memindahkan sistem pertahanan rudal mereka ke Guam, teritori AS di Pasifik bila ancaman rudal balistik Korut betul-betul dilakukan. Sistem pertahananTerminal High Altitude Area Defence (THAAD) tersebut menggunakan peluncur di truk yang dapat mendeteksi peluncuran rudal musuh, melacak hulu ledak, dan meluncurkan pencegat untuk menurunkannya.

Guam berjarak 3.380 kilometer di tenggara Korea Utara merupakan pangkalan bagi 6.000 tentara AS dari berbagai kesatuan. Tidak ada yang mengetahui, apakah Korut benar-benar akan melakukan aksi ini kecuali Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sendiri. Sebab, dialah yang memiliki kuasa untuk menekan tombol nuklir yang hingga saat ini, kekuatannya masih misteri.

Kita tentu berharap perang tidak pecah di Semenanjung Korea karena dampaknya tidak hanya pada kawasan Pasifik, tetapi juga seluruh dunia, termasuk ASEAN. Perang Pasifik bisa menjadi kiamat baru bagi ekonomi dunia, memperparah krisis keuangan Eropa yang membuat sebagian besar negara di dunia jumpalitan.

Pemerintah Indonesia dan ASEAN juga kita harapkan aktif dalam menengahi konflik Pasifik ini dengan melakukan berbagai  pendekatan yang lebih bersahabat dan berbeda dengan cara-cara barat yang lebih memperlihatkan arogansinya ketimbang mencari jalan damai. (*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved