SEMENANJUNG KOREA MEMANAS
Deadline dari Pyongyang, Warga Asing Diminta Keluar Korea Selatan
Seekor anjing yang dilatih oleh militer Korea Utara, menyerang patung bergambar wajah Menteri Pertahanan Korera Selatan, Kim Kwan-jin.
Tidak hanya itu, Pemerintah Korea Utara pada hari yang sama mengingatkan kepada seluruh negara agar menarik semua diplomat mereka di kedutaan Seoul sebelum 10 April. Sehari setelahnya, kemarin, giliran warga asing di Korea Selatan diminta untuk evakuasi sebelum perang pecah.
"Dalam situasi perang, kami tak ingin warga asing di Korea Selatan terluka," demikian pernyataan dari Komite Perdamaian Asia Pasifik, sebuah organisasi Pemerintah Korut.
Ini memang bukan ancaman pertama dari Pyongyang bahwa mereka akan memulai perang. Sejak pemimpin negara komunis itu, Kim Yong-il masih hidup, berbagai ancaman--bahkan sudah ada kontak senjata di perbatasan--kerap terdengar.
Tidak heran bila ancaman kali ini ditanggapi dingin oleh berbagai negara. Hingga kemarin, tidak ada satupun kedutaan yang tutup di Seoul. Bahkan, turis asing masih terus melakukan perjalanan ke negara yang kini menjadi salah satu pusat entertainment dunia itu.
Namun, ancaman dari pemerintahan Kom Yong-un, pewaris tahta ayahnya, jelas berbeda karena mereka memberikan deadline, yakni 10 April. Ancaman perang dari Kim muda--yang disebut oleh media barat sebagai diktator pembenci dunia--sepertinya tidak main-main.
Korut telah menghentikan seluruh operasi kawasan industri Kaesong yang merupakan kawasan industri bersama Korut-Korsel. Tidak seorang pun pejabat Koresel boleh masuk ke kawasan yang terletak di utara zona demiliterisasi itu.
Sebagian besar dari 53 ribu karyawan di Kaesong telah disuruh meninggalkan pabrik. Belasan pabrik memang sudah berhenti beroperasi karena Korut melarang kapal kargo menyuplai barang.
Jepang juga langsung bereaksi, memasang ertileri antirudal PAC-3 di sejumlah titik, termasuk di Kementerian Pertahanan Jepang di Tokyo. Jepang juga menyiapkan sejumlah kapal perang di Pulau Okinawa untuk mencegat rudal Korut bila negara itu benar-benar memencet tombol hulu ledak nuklir mereka.
Korsel juga bersiaga, menyiapkan stasiun radar di kawasan Paju yang terletak di dekat Kaesong. Presiden Korea Selatan Park Geun hye menduga, peringatan terhadap kantor perwakilan negara asing tersebut bisa ditengarai sebaai ancaman serius bahwa Pyongyang akan melakukan peluncuran rudal.
"Kami jengkel dengan berbagai provokasi yang tak berujung ini," katanya.
Eskalasi terasa meningkat setelah Korut mengungkapkan akan melakukan uji coba nuklir keempatnya, dua hari lalu. Mereka tak peduli dengan sanksi dari PBB atau ancaman dari Amerika Serikat pasca ujicoba niklir terakhir, pada 12 Februari lalu.
Menurut Menhan Korsel, Korut telah memindahkan rudal menengah mereka ke kawasan pantai timur. Dari laporan-laporan yang beredar, rudal tersebut diperkirakan Musudan dengan jarak tembak 4.000 kilometer.
Rudal itu cukup untuk menyerang pangkalan militer AS di Guam. Washington dan Seoul ingin Pyongyang untuk melanjutkan kembali perundingan enam negara nuklir - mencakup Cina, Rusia dan Jepang- yang ditinggalkan pada tahun 2009. Namun permintaan itu diabaikan oleh Kim yang tampaknya sudah sangat kesal oleh berbagai provokasi AS tentang negara itu.
Bila Kim Yong-un benar-benar mengeluarkan perintah perang, maka Semenanjung Korea tidak sekadar membara. Nuklir akan membuat wilayah itu hancur hingga beberapa generasi. (yan/bbc/cnn/afp)