ANAK HILANG DI BATAM

Kami Yakin Anak-anak Ini Tewas Karena Dibunuh

Keluarga korban dan juga Aliansi Pemuda Indonesia Timur (APIT) dengan tegas megaku kecewa.

Kami Yakin Anak-anak Ini Tewas Karena Dibunuh
Tribunnewsbatam.com/Argianto DA Nugroho
MOBIL TERKUNCI- Di mobil inilah anak-anak itu tewas dalam kondisi yang memrihatinkan.
Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Keluarga korban dan juga Aliansi Pemuda Indonesia Timur (APIT) dengan tegas megaku kecewa. Utamanya terhadap pengungkapan kasus empat bocah kampung Durian Bengkong Batam yang ditemukan tewas di dalam mobil sedan rongsokan beberapa waktu lalu.

Keempat bocah ini ditemukan tewas di depan bengkel mobil yang ada dikawasan pasar Cik Puan. Hingga 40 hari kematian empat bocah itu, hasil penyidikan pihak kepolisian nihil.

"Kami sudah capai mau berkata apa, yang pasti kami kecewa dengan penangan kasus ini karena sudah 40 hari, belum juga ada titik terangnya dari hasil penyidikan kasus ini," ujar Ketua APIT, Ellyas Lagoday, Rabu (10/4/2013).

Ellyas juga mengaku lambatnya penangan kasus ini, juga disebabkan dari masih simpang siurnya keterangan dari sejumlah saksi yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

"Kemarin pihak penyidik mengatakan kepada kami bahwa hasil keterangan dari sejumlah saksi sampai saat ini belum bisa diselaraskan karena keterangannya berbeda-beda. Ironisnya perbedaan itu menurut kepolisian terlalu jauh sehingga sulit untuk disambung-sambungkan," ungkapnya.

Belum lagi dengan hasil labfor forensik yang sampai saat ini belum diketahui hasilnya, hal itu juga menjadi salah satu faktor penghambat untuk pengungkapakn kasus ini. "Kami juga kecewa dengan tim forensik Medan yang sampai saat ini belum memberitahukan kami hasil labfor dari beberapa organ tubuh anak-anak kami yang dibawanya," ungkapnya.

Ilyas berharap dalam hal ini polisi bisa serius karena biar bagaimanapun pihak keluarga sampai saat ini tetap percaya penyelesaian kasus ini kepada pihak yang berwajib.

"Ya mudah-mudahan saja apa yang kami harapkan bisa tercapai," ujarnya. Senada juga diungkapkan Gabriel, kerabat korban lainnya yang mengaku pihaknya akan tetap menunggu hasil penyidikan ini seperti yang dijanjikan Kapolresta Barelang.

"Kami tetap memegang janji Kapolresta Barelang yang akan mengungkap kasus ini secara transparan dan serius, jadi apapun isu yang beredar, kami anggap itu tidak benar sampai ada keterangan resmi dari Kapolresta Barelang," kata dia.

Gabriel mengaku, seperti apa yang diungkapkan Kapolresta, sampai saat ini pihaknya akan tetap memegang janji Kapolresta dan terus menunggu hasil penyidikan dari Kapolresta Barelang dari tewasnya 4 anak kampung durian di dalam sebuah mobil rongsokan itu.

Sementara itu Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menuturkan sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap organ tubuh empat bocah kampung Durian Sadai Bengkong yang ditemukan tewas didalam mobil sedang rongsokan yang ada di depan bengkel mobil dikawasan pasar Cik Puan tersebut.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan organ tubuh para korban yang telah dilaksanakan Labfor Medan, kalau hasil itu sudah ada, tentunya akan mempermudahkan kami untuk bergerak dalam artian apa yang kami lakukan memiliki dasar yang kuat," kata dia, melalui sambungan selulernya, Rabu (10/4/2013).

Bahkan dengan hal ini, Arist menilai kinerja Labfor medan terkesan lamban, sebab dari hari kejadian sudah berjalan lama. "Seharusnya sudah siap, tapi tidak tahu juga lah, kita tunggu saja," ungkap Arist.

Meski demikian, Arist mengaku untuk hasil pemeriksaan fisik jenazah korban yang telah dilaksanakan kedokteran forensik Polri sudah didapat dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh semua korban. (*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved