Breaking News:

TRIBUN CORNER

Perlu Jaminan Agar Ujian Nasional Tidak Bocor

Materi naskah Ujian Nasional 2013 terlambat selesai cetak sehingga berdampak pada telatnya pengiriman materi tersebut ke sejumlah daerah.

Berita mengejutkan datang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Materi naskah Ujian Nasional 2013 terlambat selesai cetak sehingga berdampak pada telatnya pengiriman materi tersebut ke sejumlah daerah.

Kemendikbud terpaksa menunda jadwal UN untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia pada  jenjang SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C di 11 provinsi. Ke 11 provinsi itu adalah: Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kasus ini adalah yang pertama kalinya terjadi sehingga UN tidak bisa dilaksanakan serentak Senin hari ini, di seluruh Indonesia. Dareah yang mengalami keterlambatan pengitiman itu terpaksa melaksanakan UN pada Kamis depan.

Terlambatnya naskah soal UN ini karena banyaknya variasi soal sehingga membutuhkan waktu lebih dalam pengepakan. Di sisi lain, durasi kerja yang mestinya hingga 60 hari menjadi hanya sekitar 25 hari kerja.

Pengunduran jadwal ujian bagi 5.000 lebih siswa di 11 provinsi di Indonesia bagian tengah dan timur itu tentunya tidfak menjadi persoalan bagi para siswa karena mereka memiliki waktu lebih lama untuk mempersiapkan diri. Masalahnya nanti menyangkut kerahasiaan soal.

Perbedaan waktu ini memungkinkan bocornya soal ujian ke 11 provinsi tersebut dari daerah yang telah lebih dulu melaksanakan UN. Menteri Pendidikan Muhammad Nuh yakin hal itu tidak akan terjadi karena ada 30 variasi paket soal untuk masing masing provinsi dan 20 variasi paket soal di tiap kelas ujian. Tidak hanya antarsiswa, soal antarkelas juga berbeda.

Tetapi, jawaban M Nuh tersebut tentu saja belum bisa jadi jaminan mengingat sistem komunikasi yang sudah canggih. Secara fisik, memang sulit untuk mengirimkan soal ke daerah lain, tetapi konten soal tetaplah bisa dibocorkan.

Dengan gambaran konten tersebut, para siswa bisa saling membagi informasi  tentang gambaran materi yang akan diujikan kepada rekannya di provinsi lain. Berbagai forum jejaring sosial yang sangat banyak, saat ini, akan membuka peluang bagi para siswa untuk berbagi materi kendati pertanyaan yang ada di lembar sdoal nanti variasinya berbeda.

Keyakinan M Nuh tentu saja hanya sebagai pernyataan diplomatis agar masalah ini tidak menjadi besar. Keterlambatan ini tidaklah bisa dipandang sederhana. Harus ada audit menyeluruh terhadap proses pencetakan dan distribusi soal.

Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit terhadap Kemendikbud serta perusahaan percetakan yang terlibat. Masyakarat berhak tahu penyebab keterlambatan secara mendetail. Apabila masalah berada di percetakan, maka tender percetakan patut dikaji ulang.

Pelaksanaan UN tahun ini, ada enam perusahaan pemenang tender. Dari keenam perusahaan tersebut, hanya satu perusahaan yang bermasalah, yakn i PT Ghalia Indonesia Printing yang mengerjakan soal UN untuk 11 provinsi.

Beban ini ternyata jauh lebih besar dibanding pekerjaan perusahaan ini tahun lalu, yang mencetak soal hanya unrtuk satu provinsi saja. (*)

Penulis: Alfian Zainal
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved