ANAK HILANG DI BATAM

Jangan Sampai Kapolres dan Kapolsek Jadi Tumbal

Massa yang tergabung dalam PKNTT setelah unjuk rasa di Mapolresta dan Mapolda Kepri, Senin (22/4) menyerahkan pernyataan sikap.

Jangan Sampai Kapolres dan Kapolsek Jadi Tumbal
tribunnewsbatam.com/septyan m rohman
DEMO DI MAPOLDA- Massa dari PKNTT unjuk rasa di Mapolda Kepri, Senin 22 April 2013.
Laporan Tribunnews Batam, Septyan Mulia Rohman

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Massa yang tergabung dalam PKNTT setelah unjuk rasa di Mapolresta dan Mapolda Kepri, Senin (22/4) kemudian menyerahkan pernyataan sikap.  Ketua PKNTT, Rofinus Lorens mengimbau kepada Kapolda Kepri agar tidak terlalu cepat dalam memberikan keterangan, khususnya mengenai penyebab kematian  empat bocah yang ditemukan meninggal di dalam  mobil rongsokan di pasar Cik Puan Sei Panas 28 Februari silam.

"Kalau mau memberikan keterangan tunggu anak buah. Jangan sampai Kapolres dan Kapolsek yang menjadi tumbal," ucap Rofinus  didampingi beberapa tokoh masyarakat NTT yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, massa juga mendesak  Kapolda Kepri untuk segera mengungkap dan menyerahkan hasil autopsi 4 bocah. Karena sampai  hari ini, pihak keluarga dari 4 bocah belum menerima hasil otopsi tersebut. Namun Kapolda sudah menyimpulkan seolah kematian keempat bocah tersebut hanya karena kekurangan oksigen. Hal ini yang dirasa keluarga korban sebagai sesuatu hal yang belum dapat diterimanya.

Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Aris Purnomo yang mewakili Kapolda mengatakan, dalam penanganan kasus ini tidak ada yang ditutup-tutupi. Pihaknya juga mengimbau kepada keluarga bila dirasa terdapat kesalahan didalam proses penyidikan, maka dapat disertakan oleh bukti-bukti pendukung.

"Kalau terdapat kesalahan di dalam penanganan kasus ini, mohon sampaikan. Dalam hal ini kami tidak ada yang menutup-nutupi," ujar Aris yang didampingi oleh Kapolresta Barelang, Kombes Pol Karyoto.

Setelah puas melakukan orasi serta memberikan penyataan sikapnya, massa pun kemudian bergerak meninggalkan halaman Mapolda Kepri dan membubarkan diri dengan tertib. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved