Presiden PKS Terlibat Suap

Telanjang Saat Ditangkap KPK, Rani Tertunduk Malu Selama Sidang

Maharani Suciyono akhirnya mengakui uang Rp 10 juta yang diterimanya dari Ahmad Fathanah adalah bayaran untuk pelayanan seks.

Telanjang Saat Ditangkap KPK, Rani Tertunduk Malu Selama Sidang
Kompas Images/Roderick Adrian Mozes/Tribunnews/Herudin
Maharani Suciyono didampingi oleh ayahnya (kanan) datang ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2013). Ia dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi dengan terdakwa Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi (kiri). Maharani Suciyono saat akan jumpa pers di Jakarta Timur, Selasa (5/2/2013). Rani melakukan jumpa pers untuk menglarifikasi keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi daging sapi (kanan).

Pengakuan itu disampaikan Maharani saat menjadi saksi perkara suap impor daging sapi Kementerian Pertanian dengan terdakwa dua direktur dari PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendy alias Dio dan Juard Effendi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Semula, Rani, sapaan untuk Maharani, menjawab pertanyaan majelis hakim tentang maksud dan tujuan keberadaannya bersama Fathanah di hotel bilangan Tanah Abang itu. Rani mengaku datang ke hotel itu atas permintaan Fathanah.

Ini pertemuan pertama mereka, setelah berkenalan di salah satu mal di Jakarta. Saat itu, Fathanah meminta Rani datang ke hotel itu dengan alasan ingin berkenalan lebih lanjut.

"Saya diminta datang, datangnya jam 5 sore. Saya rumahnya di Condet. Waktu itu saya sedang di rumah teman saya. Sampai di sana (hotel) jam setengah 7-an, pokoknya jam 5 lewat. Lalu ketemu Pak Ahmad Fathanah di kafe dan berbincang-bincang sebentar, lalu dia mengajak saya ke kamar. Di sana, tidak lama, penyidik KPK datang," ujar Rani.

Tak lama berbincang di kafe hotel lantai dasar, Fathanah mengajak Rani naik ke lantai 17, ke kamar 1740. Setelah beberapa lama di dalam kamar itu, tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang dan menangkap keduanya.

"(Yang terjadi di kamar saat ditangkap) yang ditanyai penyidik KPK itu Pak Ahmad Fathanah. Dia yang buka pintu. Saya waktu itu lagi di kamar mandi," kata Rani seraya mengaku lupa berapa lama sudah berada dengan Fathanah di kamar itu.

Selanjutnya tim, KPK itu mengamankan sejumlah barang miliknya, seperti tas, telepon seluler, serta uang Rp 10 juta yang berada di dalam dompetnya. "Dikasih sama Pak Ahmad," jawab Rani saat ditanya hakim asal uang Rp 10 juta tersebut.

Selanjutnya Rani mengaku dibawa tim penyelidik itu ke kantor KPK. Tak puas dengan jawaban Rani, tim jaksa KPK yang dipimpin M Roem menanyakan Rani tentang peruntukan uang Rp 10 juta yang diberikan Fathanah.

Saat ditanya Hakim Ketua Purwono Edi Santosa, untuk apa Fathanah ngajak ketemu, Rani mengaku untuk berkenalan. "Dia (Fathanah) bilang ingin ketemu dan kenalan sama saya," ujarnya.

Setelah beberapa lama di kamar, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tutur Maharani, mengetuk pintu. Dirinya tidak mengetahui persis pukul berapa saat itu. Tetapi dia mengatakan, Ahmad Fathanah yang membukakan pintu. Sementara dirinya tidak tahu apa-apa, karena masih di dalam kamar mandi. Kemudian, Rani mengaku turut dibawa petugas KPK.

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved