Breaking News:

Aparat BC Tegah Kapal Haji Permata, Dua ABK Ditembak Petugas

Letusan senjata api mewarnai aksi penegahan oleh aparat Bea Cukai Tanjungbalai Karimun terhadap kapal KM Wahyu.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Letusan senjata api mewarnai aksi penegahan oleh aparat Bea Cukai Tanjungbalai Karimun terhadap kapal KM Wahyu yang diduga hendak memasukkan barang-barang dari Malaysia secara ilegal. Insiden itu terjadi di perairan Tanjungsengkuang, Batam, Kamis (24/5/2013) subuh.

Hingga malam tadi belum ada penjelasan resmi dari Kantor Bea Cukai mengenai kronologi ketegangan bersenjata itu. Hanya saja kabar yang beredar, pagi itu terjadi insiden saling serang antara kedua belah pihak. Hal itu berbeda dengan klaim pihak anak buah kapal milik Haji Permata yang menyatakan penembakan hanya dilakukan oleh pihak aparat bea cukai.

Akibat insiden itu, dua orang ABK KM Wahyu terkapar terkena peluru tajam. Hingga sore kemarin, Lukman (43) dirawat di RS Harapan Bunda karena tertembak di bagian bahu. Sedangkan Eko terkena tembak di bagian tangan kirinya.

Insiden antara petugas bea cukai dengan kapal yang membawa barang-barang melalui pelabuhan rakyat di sekitar perairan Batam itu bukan kali pertama terjadi. Beberapa bulan lalu kejadian serupa pecah, yang juga diwarnai dengan penembakan.

Pantauan Tribun di Rumah Sakit Harapan Bunda, Lukman masih tampak lemas tidak berdaya di ruang Mawar 4 lantai 3 untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban terkena peluru berkaliber 22 mm yang bersarang di bahunya. Satu peluru juga sempat menyerempet leher Lukman.

"Lukman sudah sadar, tapi masih lemas. Dia habis diiambil peluru yang sangkut di bahunya," ujar salah seorang kerabat korban-- yang mengaku juga salah satu ABK KM Wahyu, milik Haji Permata itu. Pria itu pun menyatakan saat terjadi baku tembak juga berada di atas kapal.

Diakui, mereka membawa barang-barang dari Pasir Gudang Malaysia untuk dibawa ke Tanjungsengkuang. Menjelang sampai ke dermaga, aparat bea cukai melakukan penegahan dan melakukan penembakan.

Dia menceritakan, desingan peluru itu terdengar kurang lebih selama 20 menit. Setelah dua orang kawannya terkena peluru, baku tembak mereda. Dua korban segera dilarikan ke rumah sakit.

"Kami ditembak begitu aja, tanpa ada upaya pencegahan dan peringatan. Saya sudah teriak dan menyembah dengan dua tangan. Jangan kami ditembak begitu Pak. Kami hanya mencari makan bukan cari kaya. Saya minta naik ke kapal untuk menyeleseikan masalah, tapi tidak dipedulikan,"ceritanya.

Meskipun berteriak dengan jarak sekitar 20 meter dari Kapal BC jenis 9002, kapal yang ditumpanginya tetap mendapat tembakan. "Petugas menembak dari atas kapal. Dua ABK terkena peluru. Sampai di pelabuhan langsung saja kapal dikandaskan, dan langsung membawa lari ABK yang terluka ke rumah sakt ini (RSHB)," kata pria itu.

Salah satu korban lainnya adalah Eko (31). Ia mendapat luka tembak di pergelangan tangan kirinya hingga hancur. Menurut cerita saksi mata tersebut, Eko awalnya dilarikan ke RSHB. Namun kemudian tidak jadi dirawat di rumah sakit itu setelah mengetahui soal biaya.

"Sekarang saya tidak tau dimana keberadaannya. Entah dibawa ke rumah atau rumah sakit lain," katannya. Ia menuturkan, saat itu memang terjadi ketegangan. Beberapa ABK berusaha membalas tembakan petugas bea cukai dengan petasan.

Benarkah hanya dengan petasan? Adakah tembakan dari kapal yang membawa barang-barang dai Malaysia itu? Kepala Seksi Bea Cukai, Tanjung Balai Karimun, Agus yang diminta penjelasan kronologi kejadian itu belum bersedia membeberkannya. Ia hanya menegaskan akan segera membuat klarifikasi.

"Nantilah saya koordinasi dulu dengan atasan saya. Ya silakan saja haji Permata memberikan keterangan seperti itu. Nanti kita akan jelaskan semuanya," kata Agus.

Siang kemarin sejumlah aparat kepolisian juga sempat siaga berjaga di kantor Bea Cukai Batam. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga malam tadi pejabat Bea Cukai dikabarkan hendak datang untuk memberikan keterangan pers. Namun hingga pukul 23.00 pejabat dari Jakarta mapun dari Batam belum muncul di kantornya. (apr/dri/yah)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved