Breaking News:

Bank Perkreditan Rakyat Tarik Belasan Mobil

Penjemputan Ny Rika, pengusaha mobil di Batam oleh aparat Polresta Barelang karena tudingan penipuan.

Bank Perkreditan Rakyat Tarik Belasan Mobil
Tribunnewsbatam.com/Anne Maria SIlitonga
BPR Cosmic Mitra Andalan saat diresmikan kantornya beberapa waktu lalu.

BATAM, TRIBUN - Penjemputan Ny Rika, pengusaha mobil di Batam oleh aparat Polresta Barelang karena tudingan penipuan, masih menjadi buah bibir warga perumahan Anggrek Mas, Batam.

Hingga Jumat (26/7/2013) warga menyatakan, Ny Rika tak kembali lagi setelah dibawa polisi pada Kamis (25/7/2013) petang.

Setahu warga ia masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Barelang, meskipun yang datang menjemput aparat dari Polda.

Terkait hasil pemeriksaan terhadap Rika, yang merupakan istri bos RK Mobil, Affandi P Goerbardiansyah (53), hingga malam tadi belum ada konfirmasi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Ponco Indrio yang dikonfirmasi mengenai hal itu, tidak memberikan jawaban. Pesan singkat yang dikirim Tribun juga belum ada tanggapan.

Bos RK Mobil diadukan oleh para konsumennya karena dituding telah melakukan penipuan. Semenjak dua bulan lalu, ia telah menghilang dari rumahnya.

Namun pada Kamis (25/7/2013) petang, Rika muncul ke Anggrek Mas, Batam, untuk mengurus surat pindah alamat. Saat berada di rumah Ketua RT itulah, Rika dijemput oleh sejumlah aparat kepolisian.

Ketua RW setempat, Agus Kursadi yang dihubungi Tribun, Jumat malam, menyatakan tidak melihat lagi Rika pulang. Ia memerkirakan ia masih menjalani proses di kepolisian.

Agus menceritakan, Rika menghilang dari perumahannya justru lebih belakangan dibandingkan dengan suaminya, Affandi. Hanya saja, ke mana ia sembunyi bersama keluarganya, ia menyatakan tidak mengetahuinya.

"Kalau Ibu itu selama ini sebenanrya juga sekali-kali ikut kegiatan di perumahan bersama ibu-ibu di sini. Tapi setelah kasusnya mencuat, ia dan suami serta anak-anaknya langsung menghilang," kata Agus.

Diceritakan, selama ini banyak orang yang mencari suami-istri itu karena merasa tertipu. Namun saat meminta izin kepadanya, Agus selalu memberi nasihat agar tidak melakukan tindakan anarkis, misalnya dengan menjebol rumahnya atau membawa barang-barang yang ada di rumah itu.

Seorang sumber Tribun menuturkan, modus penipuan terhadap para pembeli mobil di RK Mobil umumnya karena BPKB mobil ternyata digadaikan ke bank-bank, termasuk BPR di Batam.

Karena itu meski pembeli mobil telah melunasi mobilnya, ternyata banyak petugas bank yang datang untuk menarik mobil. Atas tindakan-tindakan tersebut, puluhan konsumen mengadukan Affandi dan Rika ke polisi.

Sumber Tribun itu menginformasikan setidaknya ada 59 orang yang melapor sebagai korban RK Mobil. Dari 59 korban itu, terdapat sembilan BPR yang disebut-sebut sempat mendatangi para korban.

"Sembilan BPR itu, yakni BPR Artha Prima, BPR Majesty, BPR Cosmic, BPR Sejahtera, BPR Agra Dana, BPR Dana Nusantara dan tiga BPR lainnya," kata sumber Tribun itu.

Dri jumlah itu, bahkan sebuah BPR telah melakukan penarikan paksa 14 unit mobil dari konsumen RK Mobil, dan dari 14 unit itu, 12 unitnya sudah dijual kembali. (pwk/apr)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved