Bos SCI Melarikan Diri

BP Batam Harus Tanggung Jawab

Pengurus serikat pekerja FSPMI akan terus meminta pertanggungjawaban pemerintah terhadap nasib 732 buruh PT SCI.

Pekerja Kejar Pertanggungjawaban BP Batam

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria Silitonga

BATAM, TRIBUN - Pengurus serikat pekerja FSPMI akan terus meminta pertanggungjawaban pemerintah terhadap nasib 732 buruh PT SCI. Tak cuma DPRD kota Batam dan Pemko Batam, menurut Sekretaris KC FSPMI, Suprapto, pihaknya akan mengejar tanggung jawab BP Batam.

"Kami akan kejar ke BP Kawasan juga. Pokoknya kalau bisa saya nodong ke setan uang satu miliar saya minta," tegasnya, Jumat (2/8/2013) di Batam Center.

Menurut Suprapto, BP Batam sebagai pihak yang mengundang investor jadi harus bertanggung jawab. Dari kabar terakhir yang diberikan BP Batam, pihak investor Jepang sudah dapat dihubungi.

"Manajamen Jepangnya sudah bisa dihubungi katanya, tapi kami juga belum bisa percaya," kata Suprapto.

Hal itu pun ikut dibenarkan oleh Yoni Ketua KC FSPMI Batam. Menurut Yoni tersebar isu, salah satu karyawan PT SCI menghubungi Kinoshita dan menjelaskan duduk persoalan yang ada saat ini.

"Dulunya dia orang kepercayaan investorlah. Dan kata si Kinoshita itu, mereka akan menyelesaikan, dan akan mencari pengacara di Jakarta untuk ditunjuk menyelesaikan masalah ini. Tapi berita ini belum bisa dibenarkan, pengurus masih mengecek kebenarannya," tegas Yoni.

Yoni pun sangat menyayangkan sikap BP Batam yang terlihat acuh dan tidak mempedulikan nasib karyawan.

"Apalagi mereka (BP Batam) kan yang selama ini gencar-gencarnya mencari investor. Tapi kok sepertinya adem-adem saja," keluh Yoni.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved