Bos SCI Melarikan Diri

BP Batam Sumbang 140 Karung Beras

BP Batam sudah mengupayakan penyelesaian masalah SCI secara formal hingga informal.

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria Silitonga

BATAM, TRIBUN - Di tengah himpitan yang mendera karyawan, BP Batam menyalurkan bantuan sembako kepada ratusan karyawan di Posko Peduli SCI yang berlokasi di kantor perusahaan itu sendiri, Senin (5/8/2013) sore.

Anggota III Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Azhari Abbas yang menyerahkan langsung bantuan tersebut diterima oleh Wakil Ketua PUK SCI, Sugeng dan beberapa orang pekerja saja yang sedang kebagian shift berjaga.

"Kami orangtua mohon maaflah, kan orang itu ada yang grubak-grubuk dan ada yang tenang saja. Cuma kami tetap menyelesaikan persoalan ini. Inikan masalah hukum, jadi harus diselesaikan secara hukum juga. Saya minta kalian supaya jangan terjebaklah dengan hal-hal yang nanti justru merugikan," ungkap Azhari saat itu.

Menurutnya, pihak BP Batam sudah mengupayakan penyelesaian masalah SCI secara formal hingga informal.

"Secara formal proses sekarang sudah ditangani KBRI di Tokyo. Data lengkap sudah kami berikan dan mereka sedang mengupayakan. Sedangkan secara informal kami juga sudah lakukan pendekatan dengan perwakilan kami, Hajime di Osaka. Dia itu dulu CEO Panasonic di Indonesia, jadi dianggap tetualah, kami coba tempuh jalan secara kekeluargaan juga," paparnya.

Para Direktur di BP Batam, khususnya Direktur Investasi pun sudah diminta untuk terus berkoordinasi dengan buruh SCI. Azhari sendiri tidak berani memberikan kepastian waktu agar permasalahan buruh SCI dapat terselesaikan.

"Jadi kami minta direktur investasi agar terus memberikan kabarlah dengan perwakilan SCI. Proses makan waktu, kami belum bisa pastikan. Dan pihak sana pun tetap meminta surat pengaduan dari kami," tambahnya.

Pria itupun mengingatkan, agar persoalan ini tidak terulang kembali, ia berharap pekerja yang memiliki permasalahan dengan perusahaannya, diharapkan untuk berkoordinasi dengan BP Batam. Bukan melakukan tindakan sendiri.

"Jadi himbauanlah ke pekerja, kalau ada masalah jangan langsung demo-demo. Tapi bicarakan dulu sama kami. Khususnya PMA, karena orang asing ini berbeda penanganannya," jelas Azhari.

Pihaknya BP Batam pun telah membuat sebuah tim khusus bernama "One Stop Tim" yang diketuai Direktur PTSP dan Humas BP Batam, Ir Dwi Djoko Wiwoho untuk mencegah hal serupa terjadi. Tim ini katanya, bertugas untuk melakukan kontak rutin dengan pengusaha.

"Jadi akan ada pembicaraan rutin, supaya mencegah hal-hal seperti ini terulang lagi. Selain dengan pengusaha, sebenarnya langkah ini juga sudah sempat kita lakukan dengan komunitas pengusaha maupun pemilik kawasan. Namanya businness gathering. Tapi ini bentuk komunikasi yang sekaligus menjadi pengawasanlah," jelasnya.

Terakhir ia menambahkan, untuk bantuan yang diberikan kepada buruh SCI pun berasal dari patungan uang pegawai BP Batam.

"Sama dengan Pemko, kami mana ada anggaran seperti itu. Kenapa baru sekarang, namanya saweran kan harus tunggu orang-orangnya dulu. Orang-orangnya baru ada sekarang," katanya beralasan.

Adapun, pihak BP Batam menyalurkan 140 karung beras isi 50 kilogram, 29 karung gula pasir isi 50 kilogram, 100 karton indomie, 100 bungkus kopi, dan 150 kotak teh.

Di tempat bersamaan, Wakil Ketua PUK SCI, Sugeng menambahkan, banyaknya total bantuan hingga kini, akan tetap dibagi-bagikan untuk masing-masing buruh.

"Melihat banyaknya, akan kami bagi-bagi saja per orang. Soalnya kalau untuk stok dapur umum juga bakal kebanyakan dan bisa nggak habis-habis sama 20-an orang yang jaga saja," terang Sugeng.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved