Breaking News:

SPG Minuman Dihantam Ulekan Cabai

Siti Sugiasti (26), seorang SPG minuman di foodcourt Windsor, Batam, tewas dengan luka pukulan benda keras di bagian belakang kepalanya.

SPG Minuman Dihantam Ulekan Cabai
Tribunnewsbatam.com/Istimewa
Mendiang Siti Sugiasti semasa hidup.

BATAM, TRIBUN - Siti Sugiasti (26), seorang sales promotion girl (SPG) minuman di foodcourt HB Windsor, Batam, tewas dengan luka pukulan benda keras di bagian belakang kepalanya.

Ia ditemukan terkulai di tempat kosnya di lantai 3 Komplek Windsor Centre Blok C No.5 Nagoya, Batam, tak jauh dari foodcourt Windsor, Kamis (22/8/2013) pagi.

Semula, suaminya melaporkan kepada ketua RW setempat dan mengabarkan bahwa Siti meninggal karena terjatuh dari sepeda motor. Siti diketahui sedang off kerja pada Rabu (21/8/2013) malam, namun sempat pergi keluar bersama temannya.

Polisi masih terus berusaha mengungkap misteri kematian Siti. Sebab ditemukan indikasi tak wajar dari kejadian ini. Di bagian belakang kepala Siti terdapat bekas pukulan benda keras.

Bahkan di sekitar tempat tidur juga ditemukan bercak darah. Untuk sementara polisi menduga, SPG tersebut tewas akibat pukulan. Dua alat bukti telah diamankan, termasuk penumbuk (ulekan) cabai.

"Dari hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku berasal dari orang terdekat korban. Entah itu suaminya atau teman dekatnya," ujar Kapolsek Lubuk Baja, Batam, Kompol Aris Rusdianto yang ditemui Tribun Batam di lokasi kejadian, Kamis (22/8/2013).

Anjar, rekan kerja Siti, mengaku terkejut mendengar kabar meninggalnya Siti. Di matanya, wanita itu adalah sosok yang pendiam dan lugu. Ia sendiri tidak mau menduga jika pelaku penganiayaan itu suaminya.

"Dia (korban) cuma sempat cerita kalau suaminya lagi nggak kerja, kerjaannya lagi habis, dan anaknya sakit panas," kata Anjar.

Suami Siti berinisial RG diketahui bekerja sebagai pekerja toko di daerah Windsor. RG juga dikenal sebagai seorang paranormal.

Setelah dikabarkan meninggal, koordinator SPG minuman Tiger langsung datang ke kos-kosan pada Kamis pagi menyatakan Siti selama ini tidak pernah cerita ada masalah. Selain karena baru dua bulan bergabung, selama ini Siti dikenal tak banyak tingkah.

"Baru dua bulan bekerja, meski begitu korban sudah akrab dengan teman SPG lainnya," kata kawan almarhum yang bertugas menjadi koordinator.

Ia pun mengaku, pada Rabu malam mendapat giliran off. Jika pun keluar kos, diperkirakan jalan bersama temannya.

Masdina, pengelola kos mengaku baru mengetahui kejadian itu setelah pihak polisi datang. Belakangan, berdasarkan pengakuan suami korban, Siti meninggal akibat benturan yang ada di kepalanya saat terjatuh dari sepeda motor pada Kamis subuh.

"Katanya tadi subuh Siti pamitan keluar sebentar, namun keluarnya dengan siapa suami korban juga tidak cerita. Dari keluar itulah korban terjatuh dari sepeda motornya. Dia bilang jatuh karena capai. Sehingga disuruh istirahat oleh suaminya, tapi akhirnya tewas," kata Masdina.

Teka-teki kematian Siti masih ditelusuri lebih lanjut. Siti dan suaminya serta anaknya baru dua minggu numpang kos.

"Selama dua minggu kos di sini mereka tidak pernah terlihat cek-cok. Bahkan sekitar pukul 22.30 WIB, Rabu (21/8/2013) malam, korban dan anak serta suaminya terlihat baru pulang dari jalan-jalan. Makanya saya kaget," ungkap pemilik kos tersebut. (wie/mau)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved