Perayaan Idul Adha 1434 Hijriah

Sapi Qurban Diupacarakan Sebelum Dipotong

Hewan qurban dibaringkan lalu diberi air warna-warni yang berbeda.

Sapi Qurban Diupacarakan Sebelum Dipotong
Tribunnewsbatam.com/Argianto DA Nugroho
Seorang peternak hewan kurban sedang memberi makan sapi-sapinya. Menjelang hari Raya Idul Qurban Selasa 15 Oktober 2013 ini, Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam sudah melakukan pendataan dan pengawasan kesehatan hewan kurban di 28 tempat pelaku usaha di Batam. Di antaranya mendatangi tempat pemotongan hewan di Sei Temiang, Punggur, Bengkong Sadai, Pancur, Batuaji, Tembesi, Tanjung Uma, Sei Panas, Cik Puan, Batam Centre, dan Batu Besar. 

Laporan Tribunnews Batam, Septyan Mulia Rohman

ANAMBAS, TRIBUN - Ada yang berbeda dengan prosesi pemotongan hewan qurban di salah satu wilayah di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Selasa (15/10/2013) pagi.

Bila dalam setiap proses pemotongan hewan qurban di beberapa tempat umumnya dilantunkan kalimat takbir sebelum dipotong, namun berbeda dengan yang ada di Pasar Ikan Siantan.

Puluhan panitia kurban yang kompak dengan seragam hijau dari Masjid Nurul Ihsan, Desa Tarempa Barat ini terlihat bergotong royong dalam proses pemotongan hewan qurban.

Tidak hanya kompak, yang menarik perhatian ketika hewan qurban hendak dipotong. Beberapa orang terlihat sigap melilitkan tali ke salah satu kaki belakang hewan qurban tersebut. Agar hewan kurban yang hendak dipotong tersebut dalam posisi terbaring.

Sesudah hewan qurban dalam posisi terbaring, salah seorang panitia dengan sigap membawa beberapa baskom yang berisi air dengan warna-warni berbeda. Kemudian dicipratkan ke bagian tanduk hewan qurban tersebut.

Tidak hanya itu, pada bagian mata hewan kurban tersebut, sempat ditutupi oleh kain putih sebelum akhirnya hewan tersebut dipotong.

Tradisi yang dilaksanakan tersebut merupakan tradisi tepung tawar yang biasa dilakukan sebelum melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Erwinoto, ketua panitia pemotongan hewan qurban Masjid Nurul Ihsan yang ditemui Tribun mengatakan, tradisi tepung tawar ini memiliki makna serta filosofi tersendiri.

"Tiap tahun adatnya kita berqurban. Maknanya sedapat mungkin disolehkan sebelum ia meninggal. Termasuk di kaca ada hubungan dengan kurban. Setiap yang berqurban harus menyaksikan," ungkapnya.

Halaman
123
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved