Breaking News:

Embarkasi dan Debarkasi Batam 2013

Jemaah Haji Kloter Pertama Terserang Batuk

Para keluarga yang datang menjemput harus rela menunggu di areal itu.

Tribunnewsbatam.com/Argianto DA Nugroho
Kartina Ningsih (kanan) jemaah haji kloter perdana tidak kuasa menahan air matanya saat betemu dengan anaknya di Asrama Haji, Batam Center, Senin (21/10/2013) usai menunaikan ibadah haji. Suami Kartina yang turut menunaikan ibadah haji, meninggal di Tanah Suci. 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria Silitonga

BATAM, TRIBUN - Sejumlah polisi nampak menjaga ketat pintu gerbang masuk Asrama Haji di Batam Centre, Senin (21/10/2013) pagi. Hanya sebagian dari ratusan orang yang datang diperbolehkan masuk ke dalam tempat tinggal sementara para jemaah haji itu.

Memang, pengamanan super ketat itu sengaja dilakukan di hari pertama kedatangan haji kloter pertama Debarkasi Batam.Tempat parkir kendaraan roda dua yang biasanya dipadati dengan sepeda motor pun hari itu justru dipenuhi oleh para keluarga jemaah haji yang menunggu kedatangan sanak familynya tersebut.

Areal yang biasanya dibuka lebar itu juga, hari itu justeru ditutup rapat. Para keluarga yang datang menjemput harus rela menunggu di areal itu.Untungnya, kedatangan jemaah haji kloter pertama tersebut lebih cepat delapan menit dari waktu yang dijadwalkan sebelumnya.

"Pengamanan memang kami perketat. Ini antisipasi kerawanan. Dalam artian, hari inikan kloter pertama yang datang mayoritas jemaahnya dari Batam. Hari ini jemaah yang sampai ada 443 orang dari Kepri, dan 2 dari Jambi. Itu yang dari Jambi pindahan dari kloter dua karena kesehatan. Dari Kepri, 235 jamaahnya dari Batam. Sisanya itu dari Natuna, Bintan, Lingga, dan Anambas," jelas Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam, H Handarlin H Umar kemarin.

Sesampainya di Asrama Haji, para jemaah haji itu diberikan sambutan oleh sebagian kepala daerahnya. Di dalam ruangan tersebut, para jemaah haji banyak yang terserang batuk-batuk. Suara batuk saling sahut-menyahut, tak kala panitia haji memberikan kata selamat datang kembali.

Mereka yang tiba di Batam langsung disuguhkan makanan kecil berupa bubur sumsum dan minuman hangat untuk mengurangi rasa sakit di tenggorokan para jemaah haji.

"Iya memang banyak batuk-batuk, sampai ada gurauan kalau tidak batuk itu onta. Namanya kena debukan, perubahan cuaca yang ekstrem, orang banyak, istirahat kurang. Makanya umumnya orang yang pulang naik haji itu suka batuk-batuk," papar Handarlin lagi.

Sejauh ini, pria itu menyebutkan sudah ada delapan jemaah haji yang meninggal dunia akibat sakit di Tanah Suci.

"Pertama meninggal jemaah bernama Buang Azhari warga Kampung Seraya Batam karena sakit. Dan semalam dari kloter tujuh ada yang meninggal akibat stroke, namanya Salim dari Tanjung Pinang. Jadi total Embarkasi Batam meninggal delapan orang, Kepri dua orang, dan sisanya ada dari Jambi, Riau," rincinya.

Sejauh ini, Handarlin menjamin meninggalnya jemaah haji disebabkan oleh sakit, bukan karena virus Corona.

"Dari Kepri Alhamdulilah nggak ada. Kalau yang kena virus Corona itu biasanya 48 persen pasti meninggal. Makanya kami minta yang sudah tiba ini tetap dipantaulah selama seminggu setelah kepulangan. Kalau sakit langsung di periksakan," pungkasnya.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved