Tribun Corner

Jurnalis Menunggu Janji Kepolisian

Siapa yang dengan sengaja menghalang-halangi kerja jurnalis dipidana dua tahun penjara.

Jurnalis Menunggu Janji Kepolisian
www.zuhrimuhammad.com
Muhammad Zuhri, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam

Kekerasan terhadap jurnalis yang tengah melaksanakan kerja jurnalistik kembali terjadi. Fotografer koran harian Tribun Batam, Argianto DA Nugroho jadi korban. Argi begitu ia disapa, dipukul seseorang saat melakukan tugas peliputan di Cammo Industrial Park, Batam Centre, Senin 2 Desember 2013.

Apa yang dialami Argi patut menjadi perhatian semua pihak. Apalagi peristiwa itu terjadi manakala ia tengah menjalankan tugas jurnalistiknya. Ironisnya, itu terjadi di saat berbagai upaya dilakukan demi menyajikan berita yang penting, menarik, dan jujur, kepada masyarakat luas.

Kejadian semacam ini, kekerasan terhadap jurnalis itu, jelas-jelas ancaman bagi demokrasi. Masuk dalam kategori tindak pidana kriminal dan wajib ditindak sesuai hukum yang berlaku. Jurnalis dalam setiap melakukan kegiatan jurnalistik dilindungi Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

Ia bekerja independen. Bahwa bagi siapa saja yang dengan sengaja menghalang-halangi, hukumannya tidak ringan. Ganjaran dua tahun penjara dan denda Rp 500 juta menanti.

Kasus kekerasan terhadap jurnalis ini kian hari kian meningkat. Aliansi Jurnalis Independen mendata Januari-Mei 2013 ada 25 kasus kekerasan yang dialami jurnalis di Tanah Air.

Celakanya pelaku kekerasan terhadap jurnalis ini justru sering dilakukan aparat. Tentu saja ini sangat ironis, di tengah anggapan masyarakat aparat adalah pihak yang sangat mengerti hukum.

Rupanya rasa Orde Baru yang alergi terhadap jurnalis, yang kerap berseberangan keinginan dengan penguasa, seolah masih saja erat melekat. Rasa itu belum benar-benar pupus. Aktivitas jurnalis menyebar luaskan informasi, masih dianggap sebagai ancaman.

Kendati tak semua aparat berbuat demikian, namun perbuatan seorang petugas, masyarakat selalu menilai secara institusi. Dalam kasus ini, Argi sudah melaporkan secara resmi kejadian pemukulan itu kepada pihak kepolisian.

Ia pun sudah diperiksa. Sejumlah petunjuk sudah diberikan. Penyidik harusnya tak bisa mengelak lagi atau beralasan tak cukup petunjuk untuk mengusut.

Tak dimungkiri, sejak era reformasi, institusi kepolisian sudah jauh berubah. Kepolisian Republik Indonesia bersama Dewan Pers sudah sepakat satu tarikan napas dalam menangani sengketa pers.

Halaman
12
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved