Kamis, 18 Juni 2026

Ratusan Warga Sanglar di Karimun Tahan Alat-alat Tambang Milik PT BMI

Warga Sanglar, Durai, Karimun, menahan alat-alat milik PT Bukit Merah Indah (BMI).

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Batam, Muhammad Sarih

KARIMUN, TRIBUN - Seratusan warga Desa Sanglar, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, yang desanya menjadi lokasi beroperasinya PT Bukit Merah Indah (BMI) marah.

Mereka menyita alat berat perusahaan yang sudah dimasukan ke dalam kapal dan menahannya agar tidak diangkut perusahaan ke luar desa tersebut.

“Alat-alat berat mereka yang sudah dimasukan ke dalam kapal, kita tahan. Kita minta mereka memenuhi janjinya dan kewajibannya lebih dulu kepada kita, baru mereka bisa pergi,” kata Kepala Dusun I Desa Sanglar, Razali yang menjadi juru bicara sebanyak 565 kepala keluarga kepada Tribun, Kamis (13/2/2014).

Sejak beroperasi kembali pada 2011, PT BMI pernah menyalurkan Dana Kepedulian Terhadap Masyarakat (DKTM) dalam tiga bentuk program kegiatan.

Seperti kesehatan, pendidikan, dan peningkatan sumber daya manusia. Pada 2012 dan 2013, atas kesepakatan warga yang disaksikan Pemerintah Daerah, PT MBI menjanjikan membangun PLTD untuk listrik warga.

Yang dikesalkan warga, janji PT BMI yang mengumpulkan DKTM sejak 2012 dan
2013 tersebut, belum juga terealisasikan.

"Waktu itu dari Dinas Pertambangan dan Pak Hadimi (staf ahli bupati), sudah turun. Kuasa hukum PT BMI juga datang. Semua usulan masyarakat itu disepakati bersama, tapi sampai mau tutup, tak ada realisasinya,” tambah Razali geram.

Setelah para petinggi PT BMI (Yenni Erfinda, Direktur, Manajer Teknik Anjas Asmara dan Manajer Lapangan La Ode Ali Basha) tersangkut kasus hukum illegal mining.

Perusahaan tambang bauksit itu tutup dan tak lagi beroperasi. Alat-alat beratnya pun, kata Razali, akan dibawa pulang ke Tanjungpinang.

“Jadi sebelum terlanjur dibawa pulang sementara kewajiban perusahaan tak dipenuhi, sebagai masyarakat kami merasa berhak menuntut dengan cara menahan alat-alat itu. Yang sudah di dalam kapal pun kami tahan,” kata Razali yang diiyakan sejumlah warga lainnya.

Langkah menyita atau menahan alat berat milik PT BMI ini dilakukan warga setelah ada kesepakatan bersama warga usai menggelar rapat serius dengan kepala Desa Sanglar, Zulkifli. Dia sendiri mengaku telah berkordinasi dengan camat setempat tentang langkah warga menahan alat berat tersebut.

“Ditahan bukan sita, dan itu bukan mau dirusak. Saya sudah sampaikan ke Pak Camat, dan beliau setuju. Artinya perusahaan jangan masuknya sembah-sembah, tapi mau keluar diam-diam. Harapan masyarakat, kalau perusahaan mau tutup, selesaikan lah dulu kewajibannya baik-baik,” kata Zulkifli melalui sambungan telepon.

Rapat membahas DKTM dari PT BMI yang digelar selama dua jam ini ini dilakukan di Kantor Desa Sanglar Kecamatan Durai. Rapat dihadiri Kepala Desa Sanglar Zulkifli, Kepala Dusun, Ketua RT dan Ketua RW setempat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved